Ciamis Kekurangan 1.006 Guru SMP, Disdik Pastikan KBM Tetap Berjalan Optimal

Berita, Pendidikan14 Dilihat

CIAMIS | GALUH INFO — Kebutuhan tenaga pengajar di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Ciamis masih jauh dari ideal. Dinas Pendidikan setempat mencatat kekurangan guru mencapai 1.006 orang, dari total kebutuhan ideal sebanyak 2.260 guru untuk melayani 1.106 rombongan belajar (rombel).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Erwan Darmawan, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah guru SMP yang tersedia baru mencapai 1.254 orang. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 657 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 597 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Menurut Erwan, kondisi ini menjadi tantangan serius dalam upaya menjaga kualitas proses belajar mengajar di tingkat SMP. Terlebih, guru merupakan bagian dari pelayanan dasar yang tidak dapat digantikan oleh tenaga lain.

“Guru memiliki peran yang sangat spesifik dalam proses pendidikan. Tidak seperti tenaga administrasi yang masih bisa diisi oleh personel lain, posisi guru tidak bisa digantikan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Menariknya, di tengah kekurangan tenaga pengajar secara umum, terdapat kelebihan pada guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Sementara untuk mata pelajaran lainnya, hampir seluruh SMP di Ciamis masih mengalami kekurangan.

Selain itu, Erwan juga menyoroti tren berkurangnya jumlah guru setiap tahunnya akibat memasuki masa pensiun. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut jika tidak diimbangi dengan penambahan tenaga pengajar baru.

“Setiap bulan pasti ada guru yang pensiun, sehingga jumlah kekurangan ini berpotensi terus bertambah jika tidak segera diantisipasi,” jelasnya.

Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh SMP tetap berjalan sebagaimana mestinya. Berbagai langkah penyesuaian terus dilakukan agar pelayanan pendidikan tetap optimal.

Di sisi lain, Erwan juga mengimbau para guru berstatus P3K agar tidak terpengaruh isu yang berkembang terkait pemutusan kontrak. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis telah memberikan kepastian terkait hal tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan Bupati Ciamis yang memastikan tidak akan ada pemutusan kontrak bagi guru P3K. Hal ini tentu memberikan ketenangan bagi para tenaga pendidik,” tegasnya.

Dengan adanya kepastian tersebut, diharapkan para guru dapat tetap fokus menjalankan tugasnya dalam mendidik generasi muda, sekaligus menjaga stabilitas dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis.

Pemerintah daerah pun diharapkan terus berupaya mencari solusi jangka panjang, termasuk melalui pengajuan formasi ASN maupun P3K, guna menutup kekurangan tenaga pengajar yang masih cukup besar.

Fauzi / GI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *