PANGALENGAN | GALUH.INFO — Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Margamukti 2 di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, terus melakukan pembenahan fasilitas dan tata ruang.
Pengelola menyesuaikan seluruh sarana dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga keamanan dan kehigienisan makanan bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Bangun Ruang Permanen Sesuai Standar Operasional
Sebelumnya, beberapa bagian dapur masih menggunakan sekat berbahan GRC. Kini, pengelola membangun ruang permanen menggunakan dinding hebel dan melakukan penataan ulang sesuai kebutuhan operasional.
Wakil Ketua Mitra Dapur SPPG Bandung Pangalengan Margamukti 2, Dedi Supriatna, mengatakan seluruh tata ruang mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terbaru dari BGN.
“Konsep tata ruang kami sesuaikan dengan juklak dan juknis terbaru. Setiap ruangan memiliki fungsi yang jelas untuk mendukung operasional dapur secara optimal,” kata Dedi, Sabtu (30/5/2026).
Lengkapi Berbagai Ruang Pendukung
Pengelola menyiapkan berbagai fasilitas penting untuk mendukung kelancaran operasional dapur.
Fasilitas tersebut meliputi ruang penerimaan barang, gudang basah, gudang kering, ruang persiapan, ruang produksi, dan ruang pendinginan.
Selain itu, tersedia ruang pencucian tray, ruang ahli gizi, ruang asisten lapangan (Aslap), ruang administrasi SPPG, ruang rapat relawan, ruang ganti, toilet, musala, hingga ruang khusus petugas keamanan.
Setiap ruangan juga dilengkapi plafon, sistem ventilasi yang disesuaikan dengan fungsi ruangan, kipas angin, dan kamera pengawas (CCTV).
Tata Ruang Cegah Kontaminasi Makanan
Dedi menjelaskan, tata ruang dapur memiliki peran penting dalam menjaga kualitas makanan. Pengelola memisahkan area bahan mentah, proses produksi, dan makanan siap saji untuk mencegah kontaminasi silang.
Menurutnya, sistem tersebut membuat proses kerja lebih efektif sekaligus menjaga standar kebersihan makanan.
“Tata ruang yang baik membantu mencegah kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan siap konsumsi.
Relawan juga bisa bekerja lebih nyaman karena setiap tahapan memiliki ruang tersendiri,” ujarnya.
Ventilasi dan Pencahayaan Jadi Prioritas
Pengelola juga memperhatikan pencahayaan dan sirkulasi udara di setiap ruangan. Ruang produksi mendapatkan pencahayaan yang cukup agar kualitas dan kebersihan makanan tetap terjaga.
“Pengelola memasang ventilasi pada ruang produksi untuk menjaga sirkulasi udara. Sementara itu, pengelola menata ruang pendinginan dan pemorsian dengan desain yang lebih tertutup guna mencegah masuknya debu yang berpotensi membawa bakteri.”
Untuk mempercepat proses pendinginan makanan, pengelola memasang kipas angin di area tertentu sebelum makanan masuk tahap pemorsian.
Dukung Program Pemenuhan Gizi
“Pembenahan fasilitas dan tata ruang Dapur MBG Margamukti 2 diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan program pemenuhan gizi di Kecamatan Pangalengan.
Pengelola dapur menghadirkan fasilitas yang lebih modern dan menerapkan standar Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga mampu menyediakan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi para penerima manfaat.”
fauzi














Komentar