Dari Dusun untuk Ekonomi Rakyat, Ayam Sentul Didorong Jadi Unggulan Ciamis

Berita, Daerah40 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Pengembangan ayam Sentul dinilaioleh berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Ciamis. Agar manfaatnya semakin luas, gagasan budidaya ayam lokal tersebut perlu mendapat dukungan pemerintah dan berkembang menjadi program yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan H. Didi Sukardi, S.E. dalam kegiatan ramah tamah yang diinisiasi Forum Komunikasi Kepala Dusun (FKKD) di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Didi menilai, gagasan yang muncul dari tingkat dusun dan desa perlu mendapat ruang untuk berkembang. Pemerintah dapat mengkaji inisiatif tersebut, terutama jika memiliki potensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga.

Menurutnya, budidaya ayam Sentul dapat menjadi model ekonomi masyarakat apabila mampu menunjukkan hasil nyata. Karena itu, pemerintah kabupaten perlu mempertimbangkan dukungan kebijakan, penganggaran, dan sosialisasi agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Kalau model ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, saya kira, wabil khusus kepada pemerintah kabupaten, harus menjadi kebijakan agar ini menjadi program prioritas, bisa dianggarkan, dan kemudian bisa disosialisasikan,” ujar Didi.

Ayam Sentul dan Potensi Ekonomi Lokal

Ayam Sentul menjadi salah satu potensi lokal yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Pengembangannya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan budidaya, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat di tingkat desa.

Didi menekankan pentingnya dukungan terhadap gagasan yang tumbuh dari bawah. Menurutnya, aparatur pemerintahan di tingkat dusun dan desa memiliki ruang untuk mengidentifikasi potensi wilayah serta mengusulkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, pengembangan program perlu mempertimbangkan manfaat ekonomi yang terukur. Pemerintah daerah dapat menilai kelayakan budidaya, kebutuhan masyarakat, serta peluang keberlanjutan sebelum menetapkannya sebagai program prioritas.

Dengan pendekatan tersebut, potensi ayam Sentul diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pilihan usaha masyarakat berbasis sumber daya lokal.

Dorong Dukungan Pemerintah

Didi juga menanggapi dukungan gubernur terhadap gagasan pengembangan ayam Sentul. Ia menjelaskan bahwa program serupa bukan hal baru di Jawa Barat karena telah menjadi bagian dari agenda pemerintah provinsi pada masa kepemimpinan gubernur sebelumnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah perlu terus berjalan, terutama terhadap program yang terbukti memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap pemerintah kabupaten dapat mengambil peran melalui kebijakan yang mendukung inisiatif warga. Dukungan itu dapat mencakup pengkajian program, penganggaran sesuai ketentuan, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Inisiatif Desa Perlu Mendapat Ruang

Di tengah tantangan ekonomi, Didi menilai kreativitas dan inisiatif dari tingkat pemerintahan paling bawah memiliki peran penting. Gagasan yang berangkat dari kebutuhan warga perlu mendapat perhatian agar dapat berkembang menjadi kegiatan produktif.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah perlu membuka ruang bagi aparatur dan masyarakat untuk menyampaikan ide-ide yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Harapan saya, dalam situasi ekonomi seperti sekarang, kreativitas, ide, inisiatif, wabil khusus dari pemerintahan yang paling rendah, kalau punya inisiatif, kita harus dukung,” pungkasnya.

Dorongan terhadap pengembangan ayam Sentul kini menempatkan potensi lokal sebagai salah satu gagasan yang dapat dikaji untuk memperkuat ekonomi masyarakat Ciamis. Realisasi menjadi program prioritas tetap membutuhkan kajian, dukungan kebijakan, dan perencanaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

uzi

Komentar