Dari Kabupaten Galuh ke Ciamis: Kronologi Sejarah yang Membentuk Identitas Ciamis Hari Ini

Berita, Daerah345 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Nama Kabupaten Ciamis yang masyarakat gunakan pada 2026 merupakan hasil perjalanan sejarah panjang. Wilayah ini pernah mengalami perubahan pusat pemerintahan, perubahan struktur kekuasaan, dan perubahan nama sebelum akhirnya menggunakan nama Kabupaten Ciamis.

Salah satu titik penting terjadi pada 12 Juni 1642, ketika pusat pemerintahan Galuh berpindah menuju Barunay yang kemudian berkembang menjadi Imbanagara. Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadikan tanggal tersebut sebagai dasar Hari Jadi Kabupaten Ciamis.

Setelah itu, pusat pemerintahan kembali berpindah ke Ciamis pada 1815. Nama kabupaten masih Galuh sampai akhirnya berubah menjadi Ciamis pada 1916.

1642: Pusat Galuh Berpindah ke Imbanagara

Pada 12 Juni 1642, Raden Adipati Arya Panji Jayanegara memindahkan pusat pemerintahan dari Garatengah menuju Barunay.

Barunay kemudian dikenal sebagai Imbanagara.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menetapkan peristiwa tersebut sebagai dasar Hari Jadi Kabupaten Ciamis. DPRD Kabupaten Ciamis mengukuhkan tanggal 12 Juni 1642 melalui keputusan pada 17 Mei 1972.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam kronologi pembentukan pemerintahan Ciamis.

1815: Ciamis Menjadi Pusat Pemerintahan

Tahap berikutnya terjadi pada 15 Januari 1815.

Raden Adipati Aria Wiradikusumah memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dari Imbanagara ke Ciamis atau Cibatu.

Nama kabupaten tetap Galuh.

Namun, Ciamis mulai memainkan peranan penting sebagai pusat pemerintahan. Perkembangan tersebut kemudian mendorong tumbuhnya kawasan Ciamis sebagai pusat administrasi.

1839–1886: Kanjeng Prabu Mengembangkan Ciamis

Raden Adipati Aria Kusumahdiningrat atau Kanjeng Prabu memimpin Galuh pada 1839–1886.

Pada masa kepemimpinannya, berbagai pembangunan berlangsung di Ciamis.

Sumber sejarah mencatat pembangunan gedung pemerintahan, pendopo, masjid, tangsi militer, penjara, dan fasilitas lainnya.

Pembangunan tersebut semakin memperkuat posisi Ciamis sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Galuh.

1914: Sastrawinata Memimpin Galuh

Setelah Raden Adipati Aria Kusumasubrata mengakhiri masa pemerintahan pada 1914, Pemerintah Hindia Belanda mengangkat Raden Tumenggung Sastrawinata sebagai Bupati Galuh.

Sastrawinata bukan keturunan langsung dari bupati Galuh sebelumnya. Ia kemudian memimpin wilayah tersebut pada masa perubahan politik pemerintahan kolonial.

Dua tahun kemudian, sejarah Ciamis memasuki babak baru.

1916: Galuh Resmi Menjadi Ciamis

Pada 1916, Sastrawinata mengubah nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis dengan persetujuan Pemerintah Hindia Belanda.

Badan Penghubung Jawa Barat mencatat perubahan tersebut berlangsung pada 1 Januari 1916.

Sejak saat itu, nama Ciamis menjadi identitas administratif kabupaten.

Perubahan tersebut menjadi salah satu titik penting yang menjelaskan mengapa masyarakat sekarang menggunakan nama Kabupaten Ciamis, sementara nama Galuh tetap hidup sebagai identitas sejarah dan budaya.

Galuh Tetap Menjadi Akar Sejarah

Perubahan nama tidak menghilangkan sejarah Galuh.

Masyarakat Ciamis masih mengenal Galuh melalui berbagai situs, tradisi, seni, cerita sejarah, serta kegiatan budaya.

Museum dan dokumentasi sejarah juga menyimpan jejak para bupati Galuh dan Ciamis dari berbagai masa. Salah satu dokumentasi museum menampilkan rangkaian foto para Bupati Galuh Imbanagara dan Bupati Ciamis.

Jejak tersebut memperlihatkan perubahan kepemimpinan dari masa ke masa.

Ciamis pada 2026

Lebih dari satu abad setelah perubahan nama, Ciamis telah berkembang menjadi kabupaten modern.

Namun, sejarah Galuh tetap menjadi bagian dari identitas daerah.

Pemerintah daerah terus mengembangkan kegiatan budaya, situs sejarah, museum, tradisi, dan dokumentasi untuk menjaga warisan tersebut.

Sejarah perubahan nama Galuh menjadi Ciamis juga mengajarkan bahwa identitas daerah tidak lahir dalam waktu singkat. Identitas tersebut terbentuk melalui perjalanan panjang, keputusan pemerintahan, perubahan pusat kekuasaan, dan kehidupan masyarakat selama berabad-abad.

Karena itu, ketika masyarakat menyebut Ciamis, di dalamnya terdapat sejarah panjang Tatar Galuh.

fauzi

Komentar