Dibangun Tahun 1893, Jembatan Cirahong Jadi Mahakarya Baja di Atas Sungai Citanduy

Berita, Daerah91 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Setelah rencana jalur kereta api diarahkan untuk melintasi wilayah Ciamis, pembangunan Jembatan Cirahong menjadi tantangan besar pada akhir abad ke-19.

Jembatan tersebut dibangun di atas Sungai Citanduy, sungai yang hingga kini menjadi batas alam antara wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

Pembangunan Jembatan Cirahong dimulai pada 1893. Struktur ini menjadi bagian dari pembangunan jalur kereta api selatan Pulau Jawa yang dikerjakan pada masa pemerintah Hindia Belanda.

Jembatan Cirahong memiliki panjang sekitar 202 meter dan berada sekitar 66 meter di atas Sungai Citanduy. Konstruksinya dirancang menggunakan struktur baja yang menjadi salah satu bukti perkembangan teknologi teknik sipil pada zamannya.

Dibangun dengan Struktur Empat Tiang

Menurut catatan sejarah KAI, Jembatan Cirahong bertumpu pada empat tiang. Dua tiang yang berada di bagian tengah menggunakan struktur besi, sedangkan dua lainnya dibuat dari konstruksi semen dan batu.

Proses pembangunan fondasi dan pilar batu berada di bawah pengawasan E.G. Wijers. Sementara itu, konstruksi jembatan tercatat dirancang oleh Hesselink.

Pembangunan bagian atas jembatan rampung pada 29 September 1893. Setelah itu, pada pertengahan Desember 1893, kereta api sudah dapat melintasi Jembatan Cirahong.

Dari Masa Kolonial hingga Lebih dari Seabad

Saat pertama kali dibangun, Jembatan Cirahong menjadi bagian penting dari jaringan transportasi kereta api. Infrastruktur ini membantu menghubungkan wilayah di jalur selatan Jawa.

Konstruksi baja yang dibangun lebih dari satu abad lalu tersebut ternyata mampu bertahan melewati berbagai masa. Setelah Indonesia merdeka, jembatan tetap menjadi bagian dari infrastruktur perkeretaapian.

Pada periode 1956–1958, Djawatan Kereta Api melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap sejumlah jembatan, termasuk dalam jaringan lintas Cibatu–Banjar.

Kini, Jembatan Cirahong menjadi saksi perjalanan panjang transportasi Indonesia. Dari masa kereta api kolonial hingga era perkeretaapian modern, struktur bersejarah itu tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai lintasan kereta api.

uzi GI

Komentar