Viral Drumband SMA Diponegoro Kisaran Hentikan Musik saat Lewati Rumah Duka, Sikap Mayoret Tuai Pujian

Berita, Daerah290 Dilihat

KISARAN, GALUH.INFO – Kelompok drumband SMA Diponegoro Kisaran, Sumatera Utara, menjadi perhatian di media sosial setelah menunjukkan sikap empati saat mengikuti karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para pemain menghentikan permainan musik ketika melintas di depan sebuah rumah duka.

Momen tersebut berlangsung di tengah suasana karnaval yang meriah di Kota Kisaran. Ketika rombongan drumband tiba di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati yang menjadi lokasi rumah duka, mayoret memberikan komando kepada seluruh pemain untuk menurunkan tempo musik hingga akhirnya menghentikan permainan.

Aksi tersebut terekam dalam video dan kemudian dibagikan oleh akun Instagram @darwinnicolas24. Unggahan itu menarik perhatian warganet dan menuai banyak pujian karena para pelajar dinilai menunjukkan rasa hormat kepada keluarga yang sedang berduka.

Mayoret Beri Komando Hentikan Permainan

Berdasarkan kronologi yang dibagikan pengunggah video, kelompok marching band awalnya memainkan musik dengan tempo meriah sebagai bagian dari penampilan dalam karnaval.

Namun, situasi berubah ketika rombongan mendekati rumah duka. Mayoret kemudian memberikan tanda kepada seluruh pemain agar menyesuaikan permainan.

“Di awal kita bisa dengar tim marching band sedang memainkan musik dengan tempo yang meriah,” tulis pemilik akun dalam unggahan Instagram Story, dikutip Selasa (18/8/2026).

Saat berada tepat di depan lokasi rumah duka, mayoret mengangkat tongkatnya dan memberikan komando melalui bunyi peluit panjang.

“Tapi, setelah pas di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati, mayoret mengangkat tongkat tegak lurus dengan sempritan peluit panjang,” tambahnya.

Para pemain kemudian merespons komando tersebut secara serentak. Tempo ketukan musik mulai melambat sebelum sejumlah pemain menghentikan permainan.

“Seketika saat itu tempo ketukan musik turun menjadi 1-3 ketukan,” lanjut pengunggah video.

Drumband Kompak Hentikan Musik di Depan Rumah Duka

Dalam video tersebut, mayoret terlihat beberapa kali menoleh ke arah rumah duka. Ia kemudian kembali meniup peluit panjang sebagai tanda kepada seluruh anggota kelompok.

Setelah menerima komando, para pemain drumband menghentikan permainan secara bersamaan. Mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan tertib sambil menghormati keluarga yang sedang berduka.

Momen singkat tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah suasana karnaval kemerdekaan yang penuh musik dan keramaian. Sikap para pelajar menunjukkan bahwa kemeriahan sebuah perayaan tetap dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap kondisi orang lain.

Selain itu, tindakan tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi dan kedisiplinan dalam sebuah kelompok. Para pemain mampu merespons arahan mayoret secara cepat dan kompak ketika situasi di sekitar membutuhkan sikap yang berbeda.

Keluarga Berduka Sampaikan Terima Kasih

Sikap kelompok drumband SMA Diponegoro Kisaran mendapat respons positif dari pihak keluarga yang sedang berduka. Dalam unggahan yang beredar, keluarga menyampaikan rasa salut atas penghormatan yang diberikan para pelajar.

Mereka menilai keputusan untuk menghentikan musik saat melintas di depan rumah duka menjadi bentuk empati dan penghargaan terhadap keluarga.

“Saya salut dengan tim marching band ini karena telah menghargai kami yang sedang berduka,” tulis salah satu keterangan dalam unggahan tersebut.

Keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mayoret dan seluruh pemain drumband.

“Terima kasih atas pengertiannya, semoga mayoret dan tim selalu dalam lindungan Tuhan di manapun kalian berada,” sambungnya.

Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa tindakan sederhana dapat memberikan arti bagi orang lain, terutama ketika seseorang tengah menghadapi situasi duka.

Viral dan Tuai Pujian Warganet

Setelah video itu beredar luas, banyak warganet memberikan apresiasi kepada mayoret dan seluruh anggota drumband SMA Diponegoro Kisaran.

Warganet menilai tindakan tersebut mencerminkan rasa toleransi, empati, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

“Toleransi dan saling menghargai itu kuncinya,” tulis akun @vel****i**.

Komentar lain juga memberikan apresiasi terhadap sikap para pemain yang mampu menempatkan diri sesuai situasi.

“Saya salut dan bangga dengan tindakan mereka, respect setinggi-tingginya,” tulis akun @ric*******n.

Salah satu komentar turut datang dari akun yang mengaku sebagai mayoret dalam kelompok tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga karena timnya dapat menunjukkan kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka.

“Bangga karena kami termasuk orang yang punya rasa empati, salam respect,” tulis akun @wisnulinggar_.

Di tengah kemeriahan karnaval HUT ke-81 RI, aksi drumband SMA Diponegoro Kisaran ini menjadi pengingat bahwa semangat perayaan tetap perlu berjalan bersama nilai kemanusiaan. Para pelajar tersebut menunjukkan bahwa menghormati orang lain dapat dimulai dari tindakan sederhana, termasuk menurunkan musik dan memberikan suasana tenang bagi keluarga yang sedang berduka.

FAUZI

Komentar