Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Deretan Kontroversi Kembali Disorot

Berita, Nasional19 Dilihat

JAKARTA | GALUH.INFO  – Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mengamankan Dadan Hindayana pada Rabu (3/6/2026). Dalam sejumlah rekaman yang beredar, Dadan terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda saat memasuki kendaraan tahanan.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun dugaan keuntungan yang diperoleh para pihak dalam kasus tersebut.

Penetapan tersangka terhadap Dadan terjadi tidak lama setelah pemerintah melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pergantian pimpinan dilakukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program pemerintah.

Usulan Serangga Sebagai Sumber Protein MBG

Selama menjabat Kepala BGN, Dadan Hindayana beberapa kali menjadi perhatian publik karena sejumlah pernyataannya.

Salah satu yang paling banyak dibahas ialah usulannya terkait pemanfaatan serangga sebagai sumber protein alternatif dalam program Makan Bergizi Gratis.

Saat menghadiri sebuah acara pada Januari 2025, Dadan menyampaikan bahwa sumber protein tidak harus berasal dari ayam, telur, atau daging sapi.

Ia menilai daerah yang memiliki kebiasaan mengonsumsi belalang, ulat sagu, atau jenis serangga lain dapat memanfaatkan sumber pangan tersebut sebagai bagian dari menu bergizi.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat dan pengamat kebijakan publik.

Anggaran Pengadaan BGN Jadi Sorotan

Selain pernyataan mengenai sumber protein alternatif, kebijakan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN juga sempat menjadi perhatian publik.

Pada masa kepemimpinannya, BGN mengalokasikan anggaran besar untuk berbagai kebutuhan operasional dan pelatihan, termasuk pengadaan kendaraan serta perlengkapan pendidikan.”

“Saat itu, Dadan menjelaskan bahwa BGN melakukan sejumlah pengadaan untuk mendukung program pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) serta menunjang pelaksanaan kegiatan berskala nasional.”

“Namun, besaran anggaran dalam sejumlah pengadaan tersebut memicu kritik dan perdebatan di ruang publik.”

Kasus Korupsi Jadi Sorotan Nasional

Penetapan Dadan Hindayana sebagai tersangka menambah daftar kasus dugaan korupsi yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Publik kini menantikan penjelasan resmi Kejaksaan Agung terkait kronologi perkara, nilai kerugian negara, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara itu, proses hukum terus berjalan dan penyidik masih mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan tata kelola program Makan Bergizi Gratis di lingkungan Badan Gizi Nasional.

fauzi

Komentar