FTBI Kabupaten Ciamis Diikuti 374 Siswa, Bahasa Sunda Jadi Warisan yang Harus Dijaga

Berita, Pendidikan265 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Ciamis di SDN 1 Cijeungjing, Kamis (27/8/2026).

Sebanyak sekitar 374 siswa SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang kompetisi, FTBI juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah, khususnya bahasa Sunda.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menegaskan bahwa FTBI memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarpeserta.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba. Itu yang harus ditanamkan di setiap diri, baik itu di anak maupun di guru pendamping. Kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi antara satu sama lain,” ujar Erwan.

Erwan Dorong Siswa Bangun Silaturahmi

Erwan meminta seluruh peserta memanfaatkan FTBI untuk saling mengenal dan berbaur. Ia menilai pertemanan yang terbangun sejak usia sekolah dapat menjadi kenangan berharga ketika para siswa dewasa nanti.

Bahkan, Erwan memiliki kebiasaan saat melepas kontingen Ciamis ke berbagai kegiatan. Ia meminta setiap siswa mengenal sedikitnya lima peserta lainnya.

“Biasanya saya kalau melepas kontingen ke mana-mana mewajibkan satu anak itu mengenal lima anak lainnya dari kontingennya masing-masing,” katanya.

Menurut Erwan, kebiasaan tersebut dapat memperluas jaringan pertemanan para siswa. Ia berharap hubungan itu tetap terjaga hingga mereka dewasa.

“Begitu kita sudah dewasa, akan ada cerita yang dirindukan dari kegiatan ini,” ujarnya.

Selain peserta, Erwan juga memberikan pesan kepada dewan juri. Ia meminta juri menjalankan tugas secara profesional dan memberikan penilaian secara adil.

Menurutnya, FTBI membutuhkan kepekaan khusus karena juri harus menilai kemampuan peserta dalam berbagai aspek.

“Saya berharap dewan juri seadil mungkin, karena FTBI ini termasuk perlombaan yang susah untuk menilainya,” jelas Erwan.

Bahasa Sunda dan Identitas Budaya

Erwan kemudian menyoroti posisi FTBI sebagai bagian dari upaya melindungi bahasa ibu. Ia meminta para siswa ikut menjaga bahasa Sunda sebagai bagian dari warisan budaya.

“Kepada anak-anak, ini merupakan perlindungan terhadap bahasa ibu. Anak-anak adalah penerus kami untuk melindungi bahasa ibu,” ujarnya.

Erwan menilai bahasa memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan budaya. Karena itu, ia mengajak siswa tidak hanya menggunakan bahasa Sunda untuk diri sendiri, tetapi juga mengenalkannya kepada teman-teman.

“Kepada anak-anak bukan cuma untuk diri pribadi, tapi sebarkan ke teman-teman yang lain,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan guru pendamping untuk memastikan seluruh peserta tetap aman selama kegiatan berlangsung.

“Yakinkan bahwa anak hari ini datang dan kembali jumlahnya utuh, tidak bertambah, tidak berkurang. Pastikan sampai di rumah anaknya masing-masing,” pungkas Erwan.

Tujuh Mata Lomba Dipertandingkan

Sementara itu, Koordinator Kegiatan FTBI Kabupaten Ciamis, Mamat Adimat, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti sekitar 374 siswa.

Menurut Mamat, panitia mempertandingkan tujuh mata lomba dalam FTBI jenjang SD. Beberapa cabang yang disebutkan antara lain carpon, dongeng, aksara Sunda, pupuh, dan biantara, serta sejumlah mata lomba lainnya.

Para peserta terbaik tingkat Kabupaten Ciamis nantinya akan mendapat kesempatan mewakili daerah pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Untuk tingkat kabupaten, insyaallah kita maju ke tingkat provinsi. Perwakilan kita yang berangkat ke sana sekitar 14 orang,” jelas Mamat.

Ia menilai kemampuan para peserta tahun ini cukup baik. Karena itu, Mamat optimistis sejumlah siswa Ciamis mampu meraih prestasi pada tingkat provinsi.

“Insyaallah semuanya bisa dilihat, mungkin beberapa juara. Untuk sekarang ini memang bagus,” tuturnya.

FTBI Diharapkan Terus Berkembang

Mamat berharap pelaksanaan FTBI di Kabupaten Ciamis terus berkembang dan menghasilkan prestasi yang semakin baik.

“Harapannya tentunya kegiatan ini lebih maju lagi, kemudian ada hasil yang sangat memuaskan,” katanya.

Lebih dari itu, ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong anak-anak untuk kembali menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

“Intinya kepada anak-anak, penggunaan bahasa Sunda ini supaya lebih kita gunakan sebagai bahasa ibu,” pungkas Mamat.

Dengan demikian, FTBI Kabupaten Ciamis tidak hanya mempertemukan ratusan siswa dalam sebuah kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga bahasa Sunda sebagai bagian dari identitas budaya.

fauzi

Komentar