Viral Pendaki Diduga Mandi Pakai Sabun di Mata Air Gunung Argopuro, Tuai Kecaman Warganet

Berita, Nasional275 Dilihat

JAWA TIMUR, GALUH.INFO – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak terpuji dua oknum pendaki di Gunung Argopuro, Jawa Timur, viral di media sosial. Keduanya tertangkap kamera diduga mandi di aliran mata air Sungai Qolbu, kawasan Gunung Argopuro.

Video tersebut memicu kemarahan warganet. Pasalnya, di lokasi mata air telah terpasang aturan yang melarang pengunjung melakukan aktivitas mandi, mencuci, maupun buang air atau kakus yang berpotensi mencemari sumber air.

Dalam video yang pertama kali diunggah akun Threads @maharga_lih, dua pendaki tersebut bahkan diduga menggunakan sabun saat berada di aliran air.

Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi pada 15 Agustus 2026, ketika rombongannya melakukan pendakian Gunung Argopuro.

“Tolong viralkan video ini. Tanggal 15 Agustus 2026 kemarin, kami mendaki Gunung Argopuro. Setibanya di mata air Qolbu, dekat Sabana Cikasur, ada dua pemuda dengan asyiknya loncat ke aliran dekat dari mata air Qolbu,” tulis pengunggah dalam utasnya, dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurut pengunggah, tindakan kedua pendaki tersebut semakin mengundang perhatian karena mereka diduga memakai sabun.

“Dan yang lebih parah lagi, mereka pakai sabun. Pakai sabun loh,” lanjutnya.

Pendaki Diduga Mandi saat Burung Merak Minum

Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet dan telah memperoleh lebih dari 8.500 tanda suka.

Perekam video mengaku menegur kedua pendaki tersebut dan meminta mereka menghentikan aktivitas mandi di aliran mata air. Dalam rekaman itu, perekam juga menyoroti keberadaan burung merak yang berada di sekitar lokasi dan sedang minum.

“Kalau mandi enggak usah pakai sabun, basahi badan aja,” kata perekam video.

Ia menjelaskan bahwa pendaki lain telah mengingatkan kedua orang tersebut karena larangan mandi di lokasi telah tercantum dengan jelas.

“Kami udah ingatkan untuk naik dan jangan mandi di sana karena memang udah ada tulisannya, nggak boleh mandi. Apalagi ini mandi pakai sabun,” imbuhnya.

Keberadaan mata air di kawasan pendakian menjadi sumber yang perlu dijaga. Karena itu, aturan larangan mandi, mencuci, dan kakus telah dipasang di sekitar lokasi.

Namun, berdasarkan narasi pengunggah, kedua pendaki tersebut diduga tetap melanjutkan aktivitasnya meski telah mendapat teguran.

Disebut Tidak Terima Saat Ditegur Pendaki Lain

Pengunggah video juga menarasikan bahwa kedua pendaki diduga tidak menerima teguran dari pendaki lain.

Menurutnya, mereka bahkan menunjukkan sikap tidak merasa bersalah atas tindakan yang dilakukan di sekitar aliran mata air.

“Mereka makin nyolot, enggak ada merasa bersalah sama sekali. Pokoknya mereka harus di-blacklist dari Gunung Argopuro atau kalau perlu semua gunung,” tulis pemilik akun.

Pengunggah menilai tindakan tersebut berpotensi merusak kawasan habitat di Gunung Argopuro.

“Mereka secara sadar merusak kawasan habitat Argopuro yang notabenenya adalah cagar alam margasatwa,” lanjutnya.

Dalam video, terdengar pula salah satu pendaki yang berada di aliran sungai merespons teguran tersebut. Ia menyatakan persoalan itu akan dibicarakan setelah aktivitas mandi selesai.

“Nanti kita ketemu aja lah di atas, ini juga bukan sotoy-sotoy kita,” ucap salah satu pendaki.

Papan Larangan Mandi Terpasang di Lokasi

Narasi dalam unggahan viral tersebut juga memperlihatkan bahwa papan peringatan larangan telah terpasang di sekitar mata air.

Pengunggah menegaskan bahwa aturan tersebut terlihat jelas di lokasi.

“Padahal tulisan larangan mandi sudah ada sebesar ini,” tulis pemilik video.

Dalam rekaman itu, terlihat papan yang berisi peringatan kepada pendaki untuk tidak melakukan sejumlah aktivitas di area mata air.

“Dilarang mandi, cuci, kakus, di mata air,” demikian tulisan pada papan larangan tersebut.

Keberadaan papan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan warganet mengecam tindakan dua pendaki yang terekam dalam video.

Warganet Minta Pelaku Dilaporkan dan Diberi Sanksi

Utas tersebut kemudian dipenuhi komentar warganet yang mengecam tindakan kedua pendaki. Sejumlah pengguna media sosial meminta agar kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak pengelola kawasan.

Sebagian warganet juga mendorong adanya tindakan tegas sebagai efek jera bagi pendaki yang melanggar aturan di kawasan konservasi.

“Kalau ada bukti video begini lapor aja ke orang balai di pos keluar Bremi, biar sekalian di-blacklist, biar ada efek jera gak seenaknya di gunung. Orang-orang begitu kalau diomongin sama kita kadang lebih nyolot,” tulis salah satu akun.

Komentar lain juga mempertanyakan tindakan kedua pendaki karena papan larangan telah tersedia di lokasi.

“Sudah ada imbauan padahal, itu mereka berdua nggak bisa baca kah?” tulis akun lainnya.

Sementara warganet lain menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap aturan yang telah tertulis secara jelas.

“Udah ada larangannya, jelas melanggar aturan tertulisnya,” tulis seorang pengguna.

Hingga informasi dalam bahan ini beredar, video tersebut terus menjadi perbincangan di media sosial. Warganet berharap para pendaki dapat mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga kebersihan sumber air serta lingkungan selama melakukan aktivitas pendakian.

FAUZI

Komentar