Jalan Trans Flores Terancam Putus Pascagempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Orang

Daerah141 Dilihat

MANGGARAI TIMUR, GALUH.INFO – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menimbulkan dampak serius. Selain korban jiwa dan kerusakan bangunan, sejumlah infrastruktur kini menghadapi ancaman kerusakan, termasuk akses Jalan Trans Flores di wilayah utara Manggarai Timur.

Aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Kamis (20/8/2026), getaran susulan masih tercatat dengan kekuatan cukup besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat beberapa gempa bermagnitudo di atas M5 kembali terjadi di sekitar Ruteng, Manggarai. Salah satunya berkekuatan M5,8 pada pukul 05.45 WIB dengan pusat gempa sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng. Kemudian, gempa M5,2 kembali terjadi pada pukul 15.01 WIB di sekitar 44 kilometer timur laut Ruteng. BMKG juga mencatat aktivitas gempa lainnya di wilayah tersebut pada hari yang sama. (BMKG)

Jalan Trans Flores di Manggarai Timur Mengalami Retakan

Salah satu infrastruktur yang terdampak berada di jalur Trans Flores bagian utara, tepatnya di sekitar Jembatan Dampek, jalur Pantura Reo-Dampek Kota, Kabupaten Manggarai Timur.

Video kondisi jalan yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan pada bagian akses menuju jembatan. Aspal terlihat retak, pecah, bahkan terbelah di beberapa titik hingga memperlihatkan rongga di bagian bawah jalan.

“Keadaan Jembatan Dampek, jalan Pantura, Reo-Dampek Kota, tidak bisa dilewati keadaan bermuatan berat,” ujar perekam video yang diunggah akun Instagram @muhammadnur4721, Kamis (20/8/2026).

Kerusakan juga terlihat di bagian pinggir jalan. Retakan besar membuat sebagian badan jalan menyempit sehingga pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

“Ini sudah berongga di dalamnya, harus hati-hati melewati jalan ini karena gempa susulan terus terjadi,” ucap perekam dalam video tersebut.

Kondisi Jalan Trans Flores tersebut menjadi perhatian karena jalur itu memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan di wilayah Flores.

Kendaraan Bermuatan Berat Tidak Bisa Melintas

Dalam rekaman yang beredar, sejumlah kendaraan, termasuk kendaraan milik Basarnas, tampak melintas dengan hati-hati di lokasi kerusakan.

Jembatan dilaporkan masih dalam kondisi utuh. Namun, bagian akses menuju jembatan mengalami retakan dan kerusakan yang cukup serius.

“Jembatan masih utuh, cuma pas masuk jembatan retak berlubang,” jelas perekam video.

Kondisi tersebut membuat kendaraan bermuatan berat tidak dapat melintas. Sementara kendaraan dengan muatan ringan masih disebut bisa melewati jalur tersebut dengan penuh kehati-hatian.

“Mobil muatan ringan masih bisa lewat, kalau yang muatan berat sudah tidak bisa,” imbuhnya.

Ancaman terganggunya akses Trans Flores menambah persoalan dalam penanganan dampak gempa. Sebab, kondisi infrastruktur menjadi faktor penting dalam mobilisasi petugas serta distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan

Aktivitas gempa susulan di Flores masih terus berlangsung hingga Kamis, 20 Agustus 2026.

Hingga pukul 16.00 WIB, hasil pemantauan mencatat 3.752 gempa susulan setelah gempa utama M7,7. Dari ribuan aktivitas tersebut, gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2. (Poros Jakarta – Jakarta Punya Berita)

Sehari sebelumnya, BMKG juga menyampaikan bahwa proses peluruhan aktivitas gempa susulan akibat gempa utama yang besar diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap guncangan susulan dan memastikan keamanan bangunan sebelum kembali memasukinya. (ANTARA News Kalimantan Barat)

BNPB: Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Orang

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data korban dan kerusakan akibat gempa NTT.

Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang. Sebelumnya, BNPB mencatat 71 orang meninggal dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut tambahan empat korban berasal dari tiga kabupaten.

“Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026). (NTV News)

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka juga bertambah sembilan orang. Total korban luka meningkat dari 898 orang menjadi 907 orang, dengan tambahan korban seluruhnya berasal dari Kabupaten Ngada. (Poros Jakarta – Jakarta Punya Berita)

Pengungsi Capai 92.735 Jiwa, Ribuan Rumah Rusak

Gempa susulan yang masih terus terjadi juga menyebabkan jumlah pengungsi meningkat signifikan.

Data BNPB hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB mencatat sebanyak 92.735 jiwa berada di pengungsian. Jumlah itu bertambah 33.088 jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 59.647 pengungsi. (Poros Jakarta – Jakarta Punya Berita)

Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat sebanyak 36.163 unit rumah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut bertambah 7.187 unit dibandingkan pendataan sebelumnya. (Poros Jakarta – Jakarta Punya Berita)

Dengan aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Flores menjadi perhatian serius. Kerusakan pada akses seperti Jalan Trans Flores berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan penanganan darurat apabila tidak segera mendapat penanganan.

Pemerintah dan seluruh unsur penanggulangan bencana kini terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa, termasuk perkembangan korban, pengungsi, rumah rusak, serta kondisi infrastruktur di wilayah terdampak.

fauzi

Komentar