Hajat Bumi Dusun Cariu Sukadana Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur

Wujud Syukur atas Hasil Panen dan Keberkahan

Berita, Daerah45 Dilihat

CIAMIS | GALUH.INFO – Warga Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis kembali menggelar tradisi Hajat Bumi pada Senin (22/6/2026).

Masyarakat secara turun-temurun menjaga tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, kesuburan tanah, serta keberkahan yang mereka rasakan.

Selain menjadi ungkapan syukur, Hajat Bumi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Pemerintah Apresiasi Pelestarian Tradisi

Sejumlah perwakilan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Pemerintah Desa Sukadana, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menghadiri kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpora Ciamis, Anda Suhanda, mengapresiasi komitmen masyarakat Dusun Cariu yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Hajat Bumi.

Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan rasa syukur masyarakat atas limpahan rahmat Tuhan, terutama keberhasilan di sektor pertanian.

“Melalui Hajat Bumi, masyarakat menunjukkan rasa syukur atas kesuburan tanah, hasil panen yang baik, serta keamanan dan kesejahteraan yang mereka rasakan bersama,” ujarnya.

Perkuat Gotong Royong dan Silaturahmi

Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Cariu, H. Masduki, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya Hajat Bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Ia menilai tradisi tersebut tidak hanya menjaga budaya leluhur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Selain itu, seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Mulai dari kalangan orang tua, pemuda, hingga anak-anak ikut berperan dalam menyukseskan acara tersebut.

“Kegiatan ini menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan persatuan masyarakat. Warga bersama-sama menjaga tradisi sekaligus mempererat tali silaturahmi,” katanya.

Warisan Budaya yang Harus Dijaga Generasi Muda

Lebih lanjut, H. Masduki mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Menurutnya, tradisi Hajat Bumi memiliki nilai sejarah, kebersamaan, dan kearifan lokal yang sangat penting bagi masyarakat.

Karena itu, masyarakat berharap tradisi Hajat Bumi terus berlangsung setiap tahun dan menjadi sarana memperkuat identitas budaya masyarakat Ciamis.

Dengan semangat kebersamaan yang terus tumbuh, Hajat Bumi Dusun Cariu tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa syukur, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

fauzi gi

Komentar