Halal Bihalal Prabu di Situs Jambansari, Ruang Silaturahmi yang Menumbuhkan Gagasan Kepemimpinan Ciamis

Berita, Daerah35 Dilihat

GALUH INFO, CIAMIS – Paguyuban Ranca Petir Jambansari Lembur Situ (Prabu) menggelar kegiatan halal bihalal di Situs Jambansari, Minggu (12/4/2026). Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga berkembang menjadi ruang diskusi strategis mengenai masa depan daerah, khususnya peran pemuda dan arah kepemimpinan Kabupaten Ciamis.

Ketua Prabu, Dian Budiana yang akrab disapa Kang Iyang, menjadi penggagas utama kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa forum ini lahir dari kegelisahan kolektif para pemuda lintas wilayah di Ciamis Kota yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Untuk acara ini sebenarnya penggagasannya dari saya bersama rekan-rekan dari Maleber, Pakuncen, Karapajajar, Yodas, dan wilayah lainnya,” ujar Kang Iyang.

Menurutnya, momentum halal bihalal dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif. Ia menilai, kebersamaan yang terbangun dapat menjadi fondasi dalam merumuskan gagasan dan aspirasi masyarakat.

Silaturahmi yang Bertransformasi Menjadi Forum Aspirasi

Kegiatan yang dihadiri tokoh-tokoh dari berbagai wilayah seperti Maleber, Pakuncen, Olvado, Janggala, Monfar, hingga Ranca Petir ini menjadi wadah strategis dalam menyatukan pandangan. Dalam diskusi tersebut, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari kondisi ekonomi hingga kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kang Iyang menegaskan pentingnya forum komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah.

“Ngobrolkan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran dan pemberdayaan pemuda yang belum terakomodasi adalah hal-hal yang harus dibahas bersama,” tegasnya.

Ia berharap, hasil diskusi tersebut dapat dirumuskan menjadi rekomendasi resmi yang nantinya disampaikan kepada pemerintah daerah, termasuk Bupati Ciamis.

Menguatkan Fondasi Daerah

Dalam kesempatan itu, Kang Iyang juga menekankan pentingnya memperkuat fondasi daerah agar masyarakat lokal tidak terpinggirkan di tanah kelahirannya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak ini menjadi tamu di rumah sendiri. Fondasi kota harus diperkuat, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun budaya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini harus menjadi titik awal konsolidasi pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Munculnya Figur Lokal dan Wacana Kepemimpinan

Salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran tokoh lokal asal Ranca Petir, Kang Didi Sukardi. Kehadirannya dinilai sebagai bagian dari upaya melahirkan figur pemimpin potensial dari Ciamis Kota.

Kang Iyang menegaskan bahwa pihaknya mendukung siapa pun putra daerah yang memiliki niat tulus untuk memajukan Ciamis.

“Kalau ada sosok yang punya niatan bagus membangun Ciamis, tentu patut didukung,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan tersebut bersifat personal dan tidak terkait dengan afiliasi politik tertentu.

Sementara itu, Kang Didi menyampaikan bahwa dalam era modern, belum banyak figur dari Ciamis Kota yang menduduki posisi puncak kepemimpinan daerah. Ia juga menyinggung sosok almarhum Yana D. Putra sebagai figur potensial yang belum sempat terwujud.

Kriteria Pemimpin Ideal

Dalam forum tersebut, Kang Iyang memaparkan sejumlah kriteria penting bagi calon pemimpin Ciamis di masa depan. Menurutnya, pemimpin ideal harus memahami kultur lokal serta mampu menjalin komunikasi aktif dengan masyarakat.

“Satu, paham kultur masyarakat Ciamis. Kedua, harus aktif dan proaktif kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti besarnya tanggung jawab seorang kepala daerah, sehingga dibutuhkan figur yang siap secara fisik, mental, dan intelektual.

Apresiasi dari Aktivis Pemuda

Aktivis Poros Indoor, Prima Mt Pribadi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai forum ini menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah yang selama ini dirasakan masih terbatas.

“Teman-teman sebenarnya mendukung pemerintah, hanya saja mereka ingin berkomunikasi dan tidak tahu harus melalui pintu mana,” ujarnya.

Prima juga mendorong agar kegiatan serupa digelar secara rutin guna memastikan aspirasi masyarakat tetap tersalurkan. Ia menilai, munculnya figur seperti Didi Sukardi menjadi harapan baru bagi representasi pemuda Ciamis Kota dalam kontestasi politik mendatang.

“Semakin banyak yang maju, semakin baik. Demokrasi akan menghadirkan lebih banyak pilihan bagi masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *