Husein Mutahar dan Sejarah Paskibraka, Dari Pengawal Bendera hingga Generasi Muda Indonesia

Berita, Daerah286 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Nama Husein Mutahar memiliki tempat penting dalam sejarah Paskibraka Indonesia. Tokoh tersebut berperan dalam menyusun tata cara pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka serta mengembangkan konsep pasukan pengibar yang melibatkan generasi muda.

Peran Mutahar tidak dapat dipisahkan dari sejarah Bendera Pusaka. Pada masa awal Republik Indonesia, ia mendapat kepercayaan untuk menjaga bendera yang menjadi simbol kemerdekaan bangsa.

Mutahar dan Bendera Pusaka

Ketika Belanda menyerang Yogyakarta pada 19 Desember 1948, situasi pemerintahan Republik Indonesia berada dalam kondisi genting. Presiden Soekarno mempercayakan Bendera Pusaka kepada Husein Mutahar agar benda bersejarah tersebut tetap aman.

Mutahar kemudian menyelamatkan bendera dengan cara memisahkan kain merah dan putih. Ia menyimpan kedua bagian tersebut secara terpisah untuk menghindari penyitaan. Setelah keadaan memungkinkan, ia kembali menyatukan kedua bagian tersebut melalui jahitan mengikuti pola sebelumnya.

Peristiwa itu menjadi salah satu episode penting dalam sejarah perjalanan Bendera Pusaka.

Mutahar Merancang Tata Pengibaran

Selain menjaga Bendera Pusaka, Mutahar juga memainkan peran dalam penyusunan tata cara pengibaran dan penurunan bendera.

Sumber pendidikan kewarganegaraan mencatat bahwa Husein Mutahar menyusun tata cara tersebut dan kemudian kembali mendapat tugas pada 1967 untuk mengembangkan konsep pasukan pengibar bendera.

Konsep itu menghubungkan tugas pengibaran bendera dengan pembinaan karakter generasi muda.

Paskibraka Mengajarkan Disiplin dan Nasionalisme

Paskibraka kemudian berkembang menjadi wadah pembinaan pelajar. Para peserta tidak hanya belajar gerakan baris-berbaris. Mereka juga menjalani proses yang menanamkan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

Kajian pendidikan kewarganegaraan menyebut kegiatan Paskibra memiliki tujuan untuk memupuk semangat kebangsaan, cinta tanah air, kepemimpinan, disiplin, dan pembentukan karakter generasi muda.

Nilai tersebut membuat Paskibraka memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas dalam upacara.

Tradisi Mutahar Berlanjut hingga Sekarang

Perkembangan Paskibraka terus berlangsung hingga era modern. Pemerintah tetap melibatkan pelajar terpilih dari berbagai daerah untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih dalam upacara kemerdekaan.

Pada 2025, misalnya, Sekretariat Negara mencatat Paskibraka menjalankan tugas pengibaran Bendera Merah Putih dalam upacara HUT ke-80 RI.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa gagasan pembinaan generasi muda melalui tugas pengibaran bendera terus hidup.

Paskibraka dan Makna Pengabdian

Sejarah Paskibraka mengajarkan bahwa tugas mengibarkan Merah Putih memiliki makna kebangsaan yang mendalam.

Para pelajar yang mendapat kepercayaan menjadi Paskibraka membawa tanggung jawab untuk menghormati simbol negara sekaligus menunjukkan karakter generasi muda Indonesia.

Dari perjuangan Husein Mutahar menjaga Bendera Pusaka hingga tugas Paskibraka pada upacara kemerdekaan masa kini, satu nilai tetap bertahan: Merah Putih menjadi simbol persatuan yang harus dihormati dan dijaga oleh setiap generasi.

fauzi

Komentar