CIAMIS | GALUH.INFO – Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr., Drs. Dian Budiyana, M.Si. menegaskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 menjadi momentum untuk menghormati para leluhur yang telah meletakkan fondasi pembangunan Tatar Galuh.
Para pendahulu membangun peradaban, budaya, dan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini menjadi pijakan masyarakat Ciamis dalam menjalani kehidupan dan membangun daerah.
“Seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Ciamis merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Kita tidak akan berada pada posisi sekarang jika tidak diawali oleh jasa-jasa mereka,” ujar Dian Budiana.
Tradisi Ziarah Menjadi Pengingat Sejarah
Dian menjelaskan, tradisi ziarah yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis mengandung makna penghormatan kepada para leluhur sekaligus memperkuat kesadaran sejarah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap sejarah daerah.
“Kita jangan pernah melupakan sejarah. Ziarah menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat bahwa kita harus menghargai jasa-jasa mereka,” katanya.
Sejarah Galuh Harus Menjadi Inspirasi Generasi Muda
Dian menilai sejarah panjang Kerajaan Galuh menyimpan banyak pelajaran berharga yang dapat menginspirasi generasi masa kini.
Menurutnya, berbagai pencapaian masyarakat Galuh pada masa lalu harus mendorong generasi sekarang untuk terus membangun dan memajukan Kabupaten Ciamis.
“Dulu masyarakat Galuh memiliki berbagai keunggulan. Ini harus menjadi motivasi bagi generasi sekarang. Jika para pendahulu mampu membangun peradaban yang besar, maka kita juga harus mampu melanjutkan dan mengembangkannya,” tuturnya.
Generasi Muda Harus Menjaga Jati Diri Budaya
Dian mengingatkan pentingnya mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.
Ia menilai pemahaman budaya lokal akan membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Ciamis.
Galuh Ethnic Carnival Tampilkan Kekayaan Budaya Ciamis
Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Disbudpora menghadirkan Galuh Ethnic Carnival untuk menampilkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Galuh Ethnic Carnival menampilkan berbagai kesenian tradisional, budaya lokal, dan warisan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Tatar Galuh.
“Galuh Ethnic Carnival menghadirkan berbagai kekayaan budaya, baik yang berasal dari situs-situs bersejarah maupun kesenian tradisional yang selama ini menjadi identitas masyarakat Ciamis,” ujarnya.
Budaya Harus Terus Hidup dan Berkembang
Menurut Dian, setiap generasi mewariskan budaya sebagai hasil pemikiran kepada generasi berikutnya. Karena itu, masyarakat perlu menjaga dan mengembangkan budaya agar tetap hidup serta relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak berarti menolak perubahan, melainkan menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas daerah.
“Budaya merupakan hasil pemikiran yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Kesenian Daerah Harus Menjadi Kebanggaan Bersama
Dian juga mengingatkan pentingnya menjaga kesenian asli Ciamis agar tidak punah maupun diklaim oleh pihak lain.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menampilkan, memperkenalkan, serta menjaga kesenian daerah sebagai kebanggaan Kabupaten Ciamis.
“Jangan sampai kesenian asli Ciamis hilang atau bahkan diakui oleh daerah maupun negara lain. Karena itu kita harus terus menampilkan, memperkenalkan, dan melestarikannya,” pungkasnya.
Fauzi








Komentar