Kakanwil Kemenag Jabar Dorong Madrasah Jadi Garda Terdepan Cetak Generasi Berkarakter

Berita, Pendidikan18 Dilihat

BANDUNG,  GALUH.INFO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, mengajak seluruh pengelola madrasah memperkuat kualitas pendidikan dan membangun kepemimpinan yang kolaboratif.

Ia menyampaikan ajakan tersebut dalam kegiatan Sinergitas Pengelolaan Madrasah bagi Tenaga Kependidikan di Hotel Golden Flower, Bandung, Kamis (9/7/2026).

Kepala madrasah negeri, kepala urusan tata usaha, bendahara, serta staf tata usaha dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti kegiatan tersebut.Forum ini menjadi wadah menyatukan visi untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Madrasah Harus Menjawab Tantangan Zaman

Dudu Rohman menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar lembaga pendidikan formal. Menurutnya, para ulama dan organisasi Islam telah mewariskan madrasah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Ia mengajak seluruh kepala madrasah meningkatkan prestasi dan kualitas lulusan. Madrasah, kata dia, harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik dan memiliki karakter keagamaan yang kuat.

“Kita harus menjadikan madrasah sebagai jawaban atas tantangan zaman. Buktikan melalui prestasi dan kualitas lulusan. Anak didik madrasah adalah generasi yang paham nilai-nilai agama, memiliki pemahaman bahasa Al-Qur’an dan hadis, serta memiliki wawasan kebangsaan yang modern,” ujar Dudu Rohman.

Bangun Kepemimpinan yang Kolaboratif

Dudu meminta seluruh kepala madrasah membangun budaya kerja yang saling mendukung. Ia mengingatkan agar setiap pengelola madrasah mengutamakan kerja sama daripada saling menyalahkan.

Menurutnya, kepemimpinan yang baik akan memperkuat kualitas layanan pendidikan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif.

Terapkan Tiga Pilar Karakter

Dalam kesempatan itu, Dudu juga membagikan inspirasi dari sistem pendidikan di Jepang. Ia menilai beberapa nilai yang diterapkan di negara tersebut sejalan dengan ajaran Islam.

Ia mendorong madrasah menanamkan tiga karakter utama kepada peserta didik, yaitu mencintai diri sendiri dengan hidup sehat, disiplin, dan bersih. Kedua, mencintai sesama melalui budaya antre, saling membantu, dan berempati. Ketiga, mencintai lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

“Investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk 10 hingga 20 tahun ke depan. Madrasah harus menjadi saksi peradaban yang mengajarkan moderasi berpikir dan kemajuan,” katanya.

Kepala Madrasah Diminta Bangun Jejaring

Dudu juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi setiap kepala madrasah. Ia meminta para pemimpin madrasah menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan dunia usaha.

Menurutnya, komunikasi yang efektif akan membuka peluang dukungan bagi pengembangan madrasah.

“Pemimpin itu harus bisa membangun jejaring. Jangan takut dan jangan terlihat lemah. Sampaikan program dan visi kita. Banyak kepala daerah, seperti di Bekasi, Tasikmalaya, Bogor, hingga Indramayu, yang sudah memberikan dukungan konkret kepada madrasah berkat komunikasi yang baik,” tegasnya.

Ia menambahkan sejumlah pemerintah daerah telah memberikan dukungan nyata. Bentuk dukungan itu antara lain hibah untuk madrasah dan penyediaan lahan pendidikan.

Tinggalkan Jejak Kebaikan

Menutup arahannya, Dudu mengajak setiap kepala madrasah meninggalkan jejak pengabdian selama memimpin. Ia berharap setiap madrasah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

“Tugas kita adalah mengemban amanah. Jangan sampai kita acuh terhadap lingkungan sekitar. Jika kita bekerja bersama-sama dengan niat yang ikhlas, saya yakin pendidikan madrasah kita akan terus maju dan menjadi kebanggaan bangsa,” tutupnya.

fauzi

Komentar