Karhutla Melanda Bandung dan Ciamis, Tiga Titik Kebakaran Terjadi dalam Semalam

Berita, Daerah65 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah wilayah Jawa Barat. Pada Senin (5/10/2026) malam, tiga titik kebakaran dilaporkan terjadi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Ciamis.

Satu titik kebakaran muncul di Kabupaten Bandung. Sementara dua titik lainnya berada di wilayah Kabupaten Ciamis.

Karhutla Terjadi di Soreang

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Tugu Legok Kole, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan yang rencananya digunakan untuk area perkebunan.

Kobaran api sempat mengancam lahan perkebunan produktif dan permukiman warga di sekitar lokasi.

Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak ke lokasi untuk mengendalikan api. Petugas melokalisasi titik api agar kobaran tidak meluas ke wilayah lain.

Upaya tersebut berhasil mengendalikan kebakaran sehingga api tidak meluas lebih jauh.

Dua Titik Karhutla Muncul di Ciamis

Pada malam yang sama, dua kejadian karhutla juga terjadi di Kabupaten Ciamis.

Titik pertama berada di Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana. Sementara titik kedua berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg.

Kedua kejadian tersebut menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Ciamis.

Sebelumnya, kebakaran cukup besar juga terjadi di lahan perkebunan milik warga di Cibereum, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwodadi.

Dalam kejadian tersebut, kobaran api sempat membesar dan mendekati permukiman warga.

Petugas, relawan, dan masyarakat kemudian melakukan pemadaman secara gotong royong. Kerja sama tersebut berhasil menghentikan kobaran api hingga api padam sepenuhnya.

Petugas memastikan api tidak merambat ke rumah warga di sekitar lokasi.

Ciamis Juga Hadapi Ancaman Longsor

Selain karhutla, Ciamis menghadapi ancaman bencana lainnya. Bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Lumbungsari, Kecamatan Lumbung.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana meskipun wilayah Jawa Barat sedang menghadapi musim kemarau.

Karhutla dan bencana lainnya membutuhkan respons cepat dari petugas sekaligus kepedulian masyarakat. Warga juga perlu menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.

uzi

Komentar