Kemenkes Bangun RS Lapangan di Manggarai Usai Gempa M7,7, Siapkan Ruang Operasi dan 100 Tempat Tidur

Berita, Daerah232 Dilihat

MANGGARAI, GALUH.INFO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 merusak struktur RSUD Ruteng.

Kemenkes menyiapkan fasilitas tersebut untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Rumah sakit lapangan itu akan memberikan layanan medis darurat, termasuk penanganan pasien dengan cedera berat dan patah tulang.

Tim medis juga menyiapkan ruang operasi khusus yang mengutamakan keamanan serta sterilitas. Kemenkes membangun ruang tersebut secara terisolasi untuk membantu menekan risiko infeksi setelah tindakan pembedahan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah memasang lima tenda sebagai tahap awal pembangunan rumah sakit lapangan.

“Di sini sudah kita pasang lima tenda, empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi,” ujar Menkes dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).

Empat tenda pasien tersebut mampu menampung hingga 80 pasien. Sementara itu, satu tenda lainnya berfungsi sebagai ruang operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan.

Kemenkes Siapkan Ruang Operasi Steril untuk Korban Gempa

Kemenkes memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan layanan pembedahan di lokasi bencana. Gempa menyebabkan sejumlah warga mengalami cedera, termasuk patah tulang, sehingga fasilitas operasi menjadi salah satu kebutuhan utama.

Tim membangun ruang pembedahan dengan sistem khusus dan memisahkannya dari area pelayanan umum. Langkah tersebut bertujuan menjaga kondisi ruangan tetap steril selama tenaga medis melakukan tindakan operasi.

Fasilitas operasi juga dilengkapi meja operasi, lampu khusus pembedahan, serta area untuk mensterilkan peralatan medis.

Kemenkes sebelumnya menerapkan konsep pelayanan serupa dalam penanganan kedaruratan di sejumlah wilayah bencana, termasuk Sumedang dan Aceh.

Melalui rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, pemerintah berharap pelayanan medis tetap berjalan meskipun fasilitas kesehatan utama mengalami kerusakan akibat gempa.

Selain ruang operasi, Kemenkes juga menyiapkan fasilitas Instalasi Gawat Darurat atau IGD dan sejumlah tenda rawat inap.

Kapasitas Akan Ditambah hingga Minimal 100 Tempat Tidur

Pada tahap awal, Kemenkes menyiapkan sekitar 60 tempat tidur untuk pasien. Namun, pemerintah akan menambah kapasitas tersebut untuk mengantisipasi peningkatan jumlah warga yang membutuhkan perawatan.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kemenkes menargetkan sedikitnya 100 tempat tidur tersedia di rumah sakit lapangan.

“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” terang Menkes.

Penambahan kapasitas tersebut menjadi langkah antisipasi apabila kebutuhan perawatan meningkat dalam beberapa hari setelah gempa.

Seluruh tenda menggunakan material yang dirancang tahan terhadap kondisi cuaca. Selain itu, tim memasang lantai khusus untuk menjaga kebersihan area pelayanan.

Lantai tersebut juga membantu mencegah genangan air ketika hujan serta memudahkan tenaga medis memindahkan peralatan kesehatan dan pasien.

Dengan fasilitas tersebut, Kemenkes berharap rumah sakit lapangan dapat memberikan pelayanan yang aman dan cepat kepada masyarakat terdampak.

TNI AU Kerahkan Enam Pesawat Angkut Bawa Logistik ke NTT

Selain memperkuat layanan kesehatan, pemerintah juga mempercepat distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa.

TNI Angkatan Udara mengerahkan enam pesawat angkut untuk membawa pasokan pangan, perlengkapan darurat, dan berbagai kebutuhan bantuan lainnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan armada udara tersebut telah menjalankan operasi distribusi bantuan sejak Senin, 17 Agustus 2026.

“Sejak Senin, pesawat C-130J Super Hercules telah terbang menuju Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram,” ujarnya.

TNI AU mengoperasikan dua pesawat C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, serta dua pesawat Boeing 737.

Armada tersebut mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di NTT sesuai kebutuhan penanganan darurat.

Salah satu C-130J Super Hercules membawa 13.500 kilogram bantuan menuju Labuan Bajo. Pesawat C-130J Super Hercules lainnya mengangkut 13.563 kilogram bantuan menuju Maumere.

Selain itu, pesawat Airbus A400M membawa 20.779 kilogram bantuan menuju Labuan Bajo. Pesawat Boeing 737 juga mengangkut sekitar 20.000 kilogram bantuan menuju Maumere.

Operasi Bantuan Udara Terus Berlanjut

TNI AU terus menyiagakan pesawat angkut untuk memenuhi kebutuhan distribusi bantuan di wilayah terdampak.

Armada udara berperan penting dalam mempercepat pengiriman logistik, terutama ketika kondisi jalur darat menghadapi berbagai kendala akibat situasi bencana.

Nyoman menegaskan TNI AU akan melanjutkan operasi udara sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemerintah berharap pembangunan rumah sakit lapangan, penambahan kapasitas tempat tidur, serta pengiriman bantuan melalui jalur udara dapat mempercepat penanganan warga terdampak gempa.

Operasi tersebut akan terus berjalan hingga kondisi di wilayah terdampak berangsur pulih dan pemerintah dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dengan baik.

fauzi

Komentar