Kirab Resolusi Jihad NU Ciamis Diikuti 3.500 Santri, Kenang Perjuangan Ulama

Berita, Daerah18 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Sekitar 3.500 santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti Kirab Resolusi Jihad NU di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Kamis (22/10/2026). PCNU Ciamis menggelar kegiatan ini untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mengenang perjuangan ulama, santri, dan pejuang nasionalis dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kirab tersebut mengajak masyarakat mengingat kembali peran para pendahulu dalam perjalanan sejarah bangsa. Melalui kegiatan ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis mengajak generasi penerus meneladani semangat perjuangan, menjaga persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH Arief Ismail Chowas, S.Ag., mengatakan bahwa pengorbanan para pendahulu turut membentuk kehidupan bangsa Indonesia saat ini. Ulama, santri, dan pejuang nasionalis ikut mengambil peran dalam perjuangan tersebut.

Menurut Arief, Resolusi Jihad memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Generasi muda perlu mengenal nilai perjuangan itu agar memahami besarnya pengorbanan yang melatarbelakangi kemerdekaan Indonesia.

“Resolusi Jihad mengingatkan kita pada sejarah berdiri dan tegaknya bangsa ini. Kita menikmati kehidupan saat ini berkat perjuangan para pendahulu, para awliya, para santri, serta para pejuang nasionalis. Mereka berjuang bersama,” ungkap Arief di sela kegiatan.

Kirab Resolusi Jihad Dimulai dari Kantor PCNU Ciamis

Arief menjelaskan, peserta memulai kirab dari Kantor PCNU Kabupaten Ciamis dan mengakhiri perjalanan di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis.

Rute tersebut mengajak peserta menghormati sejarah perjuangan sekaligus meneruskan nilai pengorbanan para pendahulu dalam kehidupan masa kini.

Ia menegaskan, generasi terdahulu mengerahkan tenaga dan pikiran serta mengorbankan jiwa dalam perjuangan. Karena itu, masyarakat perlu menjadikan sejarah sebagai pelajaran untuk membangun bangsa dan negara.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan sekaligus meneladani semangat juang para pendahulu. Sejarah harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan dengan berbuat yang terbaik bagi bangsa,” katanya.

3.500 Santri dan Warga NU Ikuti Kirab

Berbagai unsur organisasi mengikuti Kirab Resolusi Jihad NU Ciamis. Peserta berasal dari pengurus NU, lembaga, badan otonom (banom), Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, serta sejumlah pesantren di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.

Sekitar 3.500 santri turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan tersebut. Partisipasi berbagai unsur NU menunjukkan keterlibatan warga organisasi dalam memperingati Hari Santri Nasional.

Selain menggelar kegiatan di tingkat kabupaten, PCNU Ciamis juga mengajak jajaran NU di tingkat kecamatan dan MWC NU menyelenggarakan kegiatan serupa. Langkah tersebut diharapkan menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap jasa para pendahulu.

Hari Santri Jadi Momentum Memperkuat Solidaritas

Arief berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum ini perlu mendorong penguatan solidaritas warga NU serta membangun semangat untuk menjadi teladan di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Ciamis menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Arief menilai NU memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Ciamis. Karena itu, warga perlu terus memelihara semangat kebersamaan agar dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendukung kemajuan daerah.

“NU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Ciamis. Melalui Hari Santri ini, kita berharap tumbuh solidaritas, semangat untuk menjadi contoh, serta motivasi untuk berbuat lebih baik bagi bangsa, negara, dan Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

Kirab Resolusi Jihad NU Ciamis mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan membutuhkan pengorbanan bersama. Masyarakat dapat menjaga semangat tersebut melalui pendidikan, kepedulian sosial, persatuan, dan pengabdian nyata.

uzi

Komentar