Langkah Kecil Menuju Baitullah, Ribuan Anak RA Ciamis Ikuti Peragaan Manasik Haji

Berita, Pendidikan33 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Langkah kecil menuju Baitullah dilakukan ribuan anak Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Ciamis melalui kegiatan Peragaan Manasik Haji Anak Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Irman Hilmi Islamic Center (IC) Kabupaten Ciamis, Sabtu (26/9/2026).

Peragaan manasik haji menjadi sarana pengenalan Rukun Islam kelima kepada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengenal tahapan ibadah haji, tetapi juga belajar tentang nilai ketauhidan, kebersamaan, kedisiplinan, dan ketaatan.

Kegiatan tahunan tersebut melibatkan lembaga RA se-Kabupaten Ciamis. Pelaksana kegiatan berasal dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) serta Forum Pecinta Anak Saleh dan Salehah Kabupaten Ciamis.

Mengenalkan Allah dan Baitullah Sejak Dini

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji memiliki nilai pendidikan bagi anak usia dini.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk meneguhkan tauhid dan akidah anak sejak usia dini.

“Yang pertama meneguhkan tauhid dan akidah anak sejak usia dini, supaya mereka bisa mengenal Allah dan rumah-Nya melalui kegiatan manasik haji,” ujarnya.

Melalui miniatur tempat pelaksanaan ibadah haji, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih konkret. Mereka mengenal Baitullah dan berbagai rangkaian ibadah haji melalui kegiatan yang sesuai dengan usia mereka.

Selain itu, kegiatan tersebut mengusung konsep pembelajaran yang menyenangkan.

“Yang kedua kita melaksanakan kegiatan eksperiensial, pembelajaran yang menyenangkan melalui kegiatan belajar sambil bermain,” katanya.

Belajar Sambil Bermain

Peragaan manasik haji memberikan pengalaman langsung kepada anak. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas.

Kegiatan tersebut sekaligus membantu anak mengenal nilai-nilai agama melalui praktik sederhana.

Penyelenggara berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan motivasi anak untuk mengenal dan memahami Rukun Islam kelima.

“Yang ketiga tentu kita ingin mewujudkan mimpi dan motivasi kepada anak didik. Walaupun mereka masih kecil, kita mengenalkan Rukun Islam yang kelima agar ke depannya mereka bisa melaksanakan kegiatan ini secara nyata,” ujar narasumber.

Ribuan Anak Ikuti Rangkaian Manasik

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti sejumlah rangkaian manasik dengan menggunakan miniatur tempat-tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Rangkaian kegiatan dimulai dari niat yang sebelumnya sudah dikenalkan di sekolah masing-masing. Peserta kemudian mengikuti jalur manasik yang telah disiapkan panitia.

Anak-anak mengikuti rangkaian menuju area jumrah, mulai dari Jumrah Ula, Wustha, hingga Aqabah. Setelah itu, peserta melanjutkan rangkaian menuju area Ka’bah untuk mengikuti simulasi tawaf.

Panitia juga mengatur jalur keluar peserta untuk mencegah penumpukan. Sistem jalur tersebut membantu mengatur pergerakan ribuan peserta selama kegiatan berlangsung.

Jumlah peserta disebut mencapai sekitar 10.000 orang yang berasal dari sekitar 400 lembaga RA di Kabupaten Ciamis.

Aspirasi Orang Tua Jadi Bagian dari Pelaksanaan

Pelaksanaan manasik haji tahun ini juga menjadi bagian dari aspirasi orang tua dan wali murid.

Pihak Kementerian Agama Kabupaten Ciamis menyebut orang tua memiliki keinginan agar anak-anak kembali mendapatkan pengalaman mengikuti peragaan manasik haji.

Kegiatan tersebut sempat tidak terlaksana pada tahun sebelumnya. Karena itu, penyelenggara kemudian menampung aspirasi tersebut dan mengupayakan pelaksanaan manasik haji tingkat kabupaten.

“Ini aspirasi dari orang tua wali murid. Mereka ingin melaksanakan manasik haji,” ujar narasumber.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari para peserta dan lembaga yang terlibat.

Sumber anggaran kegiatan berasal dari swadaya peserta dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Menanamkan Disiplin dan Kebersamaan

Selain mengenalkan ibadah haji, manasik juga menjadi sarana membangun karakter anak.

Peserta belajar mengikuti aturan, menjaga ketertiban, bergerak bersama, dan mengikuti arahan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan anak usia dini.

Melalui kegiatan bersama, anak-anak juga belajar membangun kekompakan dan kebersamaan dengan teman-temannya dari berbagai lembaga RA.

Penyelenggara berharap pengalaman mengikuti manasik haji dapat menjadi kenangan positif sekaligus bekal bagi anak dalam mengenal ajaran Islam.

Hadiah dan Apresiasi untuk Peserta

Selain mengikuti rangkaian manasik, peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas dan apresiasi dalam kegiatan tersebut.

Panitia menyiapkan berbagai bentuk dukungan bagi peserta, antara lain trofi, tas manasik, susu, kurma, dan air minum.

Ketua Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Ciamis, Hj. Lalis Lismaidah, M.Pd.I., turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan anak usia dini.

Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi bagian dari pendidikan keagamaan anak usia dini di Kabupaten Ciamis.

Manasik haji bukan sekadar peragaan. Kegiatan ini menjadi langkah kecil untuk mengenalkan anak kepada Baitullah, menanamkan kecintaan terhadap agama, serta membangun karakter melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Dari miniatur Ka’bah hingga rangkaian simulasi ibadah, ribuan anak RA Ciamis belajar mengenal Rukun Islam kelima. Harapannya, pengenalan tersebut tumbuh menjadi motivasi untuk suatu hari nanti benar-benar memenuhi panggilan menuju Baitullah.

uzi

Komentar