Lapak PKL di Depan SMPN 4 Ciamis Terbakar akibat Gas Bocor, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta

Berita, Daerah16 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Sebuah lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tentara Pelajar, tepat di depan SMPN 4 Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terbakar pada Sabtu malam (24/10/2026). Kebocoran gas saat pemasangan regulator diduga memicu kobaran api yang membakar lapak tersebut.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang karyawan memasang regulator pada tabung gas.

Sesaat setelah warga memasang regulator, kebocoran gas diduga memicu sambaran api hingga menimbulkan kobaran secara tiba-tiba.

Pemilik usaha bersama sejumlah pembeli dan pedagang di sekitar lokasi berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan ember dan peralatan seadanya. Seorang warga kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis untuk meminta bantuan karena khawatir api meluas.

“Melihat potensi bahaya yang lebih besar, seorang warga dengan sigap menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis untuk meminta bantuan pemadaman,” kata Budi.

Warga Padamkan Api Sebelum Petugas Damkar Tiba

Menindaklanjuti laporan tersebut, UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis mengerahkan dua unit armada pancar dengan tujuh personel ke lokasi kejadian.

Budi mengatakan, ketika petugas tiba, warga telah berhasil memadamkan api. Meski demikian, personel Damkar tetap melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan kondisi lokasi aman.

“ Saat personel tiba di TKP, api sebenarnya sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan observasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api tersisa maupun potensi bahaya susulan. Setelah memastikan kondisi aman, petugas mendata kejadian dan memberikan sosialisasi mengenai nomor darurat Damkar serta layanan darurat 112 Kabupaten Ciamis.

Penanganan kejadian tersebut juga melibatkan sejumlah unsur lintas instansi, termasuk kepolisian, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta bantuan warga dan pedagang sekitar.

Tidak Ada Korban, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta

budi memastikan insiden kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha kuliner untuk memperhatikan keselamatan penggunaan peralatan berbahan bakar gas, terutama saat memasang regulator dan mengganti tabung.

rahmat mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi tabung, regulator, dan selang gas sebelum digunakan. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengantisipasi kebocoran yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para pelaku usaha kuliner untuk selalu waspada.

Budi mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kelayakan peralatan gas sebelum menggunakannya untuk mencegah kebakaran serupa.

Setelah memastikan api padam, petugas Damkar melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.

Komentar