CIAMIS, GALUH.INFO – Lembaga Pengawasan dan Pengembangan Pembangunan Desa (LP3D) Kabupaten Ciamis menyoroti kesiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital Serentak 2026. LP3D menilai penerapan teknologi dalam proses pemilihan membutuhkan persiapan menyeluruh, bukan sekadar menyediakan perangkat elektronik di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ketua LP3D Ciamis, Andi Ali Fikri, meminta pemerintah dan panitia memastikan seluruh penyelenggara memahami mekanisme Pilkades digital. Menurutnya, pemahaman terhadap petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan pemilihan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Yang penting itu sosialisasi dan pemahaman terkait juklak dan juknis Pilkades Digital serentak,” kata Andi, Jumat (28/8/2026).
LP3D Minta Sosialisasi Dilakukan Terstruktur
Andi mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan mekanisme Pilkades digital dengan bahasa yang mudah dipahami. Sosialisasi tersebut harus mencakup tahapan pemilihan, penggunaan perangkat elektronik, data pemilih hingga mekanisme pemungutan suara.
Langkah itu penting karena panitia akan berhadapan langsung dengan masyarakat ketika proses pemilihan berlangsung.
“Selain kesiapan peralatan, panitia juga harus memahami juklak dan juknis. Jangan sampai ketika pelaksanaan justru muncul persoalan karena panitia tidak memahami,” ujar Andi.
LP3D menilai sosialisasi tidak cukup dilakukan sekali. Pemerintah perlu menjalankannya secara terstruktur, sistematis, dan masif agar informasi mengenai Pilkades digital benar-benar sampai kepada masyarakat.
Akurasi Data Pemilih Tidak Boleh Diabaikan
Selain kesiapan panitia, LP3D juga menyoroti akurasi data pemilih.
Andi menilai panitia perlu memastikan data pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Data tersebut memiliki posisi penting karena menentukan masyarakat yang memiliki hak untuk memberikan suara.
Kesalahan atau ketidaksiapan data dapat menimbulkan persoalan ketika pemilihan berlangsung. Karena itu, persiapan data harus berjalan bersamaan dengan persiapan teknologi.
LP3D juga mengingatkan bahwa panitia harus memahami setiap tahapan sebelum menjalankannya. Dengan begitu, petugas dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat apabila muncul pertanyaan saat pemungutan suara.
Kesiapan Perangkat Elektronik Juga Jadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Ciamis menyiapkan sistem pemilihan elektronik untuk 40 desa dalam Pilkades Serentak 2026.
Dalam rencana tersebut, setiap TPS akan menyediakan perangkat elektronik yang masyarakat gunakan untuk menentukan pilihan.
Andi menilai pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan peralatan benar-benar siap sebelum hari pelaksanaan. Jangan sampai kendala perangkat justru menghambat proses pemilihan.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa teknologi hanya menjadi salah satu bagian dari persiapan. Kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting.
“Selain kesiapan peralatan, panitia juga harus memahami juklak dan juknis,” tegasnya.
LP3D Siap Kawal Pilkades Digital
LP3D menyatakan siap ikut mengawal pelaksanaan Pilkades digital di Kabupaten Ciamis.
Bagi Andi, keberhasilan sistem pemilihan digital harus dibangun sejak tahap persiapan. Pemerintah perlu memastikan perangkat tersedia, data pemilih akurat, panitia memahami aturan, dan masyarakat mendapatkan edukasi yang memadai.
Dengan persiapan tersebut, penerapan teknologi dalam Pilkades diharapkan tidak hanya membuat proses pemilihan lebih modern, tetapi juga tetap memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat.
fauzi gi








Komentar