Masjidpreneur Muda DMI Ciamis, Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Digital

Berita, Daerah13 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis mendorong masjid mengambil peran lebih luas dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui program Masjidpreneur Muda. Program ini diarahkan untuk melahirkan wirausaha muda berbasis masjid dengan memanfaatkan peluang ekonomi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Program yang digagas Pengurus Cabang (PC) DMI Kecamatan Ciamis tersebut dikemas melalui pelatihan digital entrepreneurship dan affiliate marketing berbasis masjid. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (31 Oktober–1 November 2026), di Gedung Asrama Haji K.H. Umar An Nawawie Islamic Center Ciamis.

Sebanyak 85 peserta dari Kabupaten Ciamis dan sejumlah daerah lainnya mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan keterampilan kewirausahaan digital sekaligus didorong memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, mengapresiasi penyelenggaraan Masjidpreneur Muda. Ia menilai masjid memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pembinaan umat sekaligus penggerak kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Saya bangga dan mendukung kegiatan ini. Masjid harus bergerak ke wilayah sosial dan ekonomi sebagai wujud keberkahan dari ibadah. Potensi masjid di Kabupaten Ciamis sangat besar untuk menjadi pusat pembinaan umat,” ujarnya.

Nanang Permana: Ekonomi Bukan Tujuan Utama

Nanang menilai ribuan masjid di Kabupaten Ciamis dapat menjadi kekuatan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat apabila pengelolaannya berjalan produktif.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan aktivitas ekonomi tidak menggeser fungsi utama masjid sebagai tempat memperkuat keimanan dan ketakwaan.

“Ekonomi itu bonus, bukan tujuan. Yang utama adalah meluruskan akidah dan tauhid. Jangan sampai keberhasilan ekonomi justru melahirkan penyakit hati seperti merasa paling berjasa atau menjadikan uang sebagai tujuan hidup,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis masjid perlu berjalan seiring dengan pembinaan spiritual dan penguatan nilai keagamaan.

DMI Ciamis Dorong Lahirnya Wirausaha Muda

Ketua PD DMI Kabupaten Ciamis, Drs. H. Syarif Hidayat, mengatakan Masjidpreneur Muda menjadi langkah konkret untuk mewujudkan visi DMI, yakni memakmurkan dan dimakmurkan masjid.

Menurutnya, masjid sejak zaman Rasulullah SAW telah menjadi pusat berbagai aktivitas kehidupan umat. Karena itu, peran masjid perlu terus berkembang agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk perubahan pola ekonomi akibat kemajuan teknologi digital.

“Melalui program ini, kami ingin melahirkan wirausaha baru berbasis masjid, membangun kemandirian ekonomi agar masjid tidak hanya bergantung pada infak, serta menghadirkan solusi pemberdayaan jamaah melalui ekonomi digital,” ungkap Syarif.

Ia menjelaskan, peserta tidak hanya mempelajari digital entrepreneurship dan affiliate marketing. Mereka juga didorong menghasilkan konten kreatif untuk mendukung dakwah, memperluas informasi kegiatan masjid, dan membuka peluang usaha.

Syarif berharap peserta dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh. Dengan begitu, pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menghasilkan karya dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bangun Jejaring Entrepreneur Berbasis Masjid

Ketua PC DMI Kecamatan Ciamis, H. Nizar Muhammad Fasya, menjelaskan bahwa Masjidpreneur Muda dirancang sebagai ruang pembinaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jejaring pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

“Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan niat untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui pembentukan tim kreatif yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Nizar berharap Masjidpreneur Muda tidak berhenti sebagai pelatihan selama dua hari. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi awal terbentuknya komunitas dan jejaring entrepreneur muda yang tumbuh dari lingkungan masjid.

“Dari masjid kita berkarya, dari masjid kita belajar, dan dari masjid pula kita membangun perekonomian umat,” pungkasnya.

Melalui Masjidpreneur Muda, DMI Ciamis berupaya mempertemukan pembinaan keagamaan dengan pengembangan keterampilan ekonomi digital. Keberlanjutan program dan penerapan keterampilan oleh peserta menjadi bagian penting agar masjid dapat berkontribusi lebih luas dalam pemberdayaan jamaah dan kemandirian ekonomi masyarakat.

UZI

Komentar