Mengenal Ikon Fauna Ciamis: Macan Tutul Gunung Sawal dan Ayam Sentul yang Melegenda

Berita, Daerah149 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Kabupaten Ciamis tidak hanya memiliki kekayaan sejarah Kerajaan Galuh dan budaya Sunda. Daerah yang dikenal sebagai Tatar Galuh ini juga memiliki kekayaan fauna yang menjadi bagian dari identitas masyarakat, di antaranya macan tutul Jawa di Gunung Sawal dan ayam Sentul.

Kedua satwa tersebut memiliki cerita dan nilai budaya yang kuat. Macan tutul menggambarkan kekuatan alam Gunung Sawal, sedangkan ayam Sentul memiliki keterkaitan dengan kisah Ciung Wanara dalam tradisi sejarah dan legenda Galuh.

Macan Tutul Jawa, Ikon Gunung Sawal

tutul Jawa (Panthera pardus melas) menjadi salah satu satwa yang lekat dengan kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal.

Sosok yang paling dikenal masyarakat adalah Si Abah, seekor macan tutul yang keberadaannya terpantau melalui kamera perangkap sejak 2016. Namanya kemudian melekat sebagai salah satu simbol satwa liar Gunung Sawal.

Si Abah sempat mengalami konflik dengan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sawal. Setelah menjalani perawatan, satwa tersebut kembali dilepasliarkan ke kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal pada Agustus 2020.

Pada 2022, Si Abah ditemukan telah mati. Kerangkanya kemudian diabadikan oleh BKSDA Wilayah III Ciamis sebagai dokumentasi sekaligus sarana edukasi mengenai keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Sawal.

Cital dan Citul Jadi Maskot Pilkada Ciamis

Ketenaran macan tutul Gunung Sawal kemudian masuk ke ruang simbolik daerah. Pada Pilkada Ciamis 2024, KPU Ciamis menggunakan Cital dan Citul sebagai maskot.

Cital dan Citul digambarkan sebagai sepasang macan tutul yang merepresentasikan Si Abah dan Si Ambu. Keduanya membawa filosofi kekuatan sekaligus sifat arif dan bijaksana.

Nama Cital merupakan akronim dari Ciamis Tangguh Linuhung, sedangkan Citul berarti Ciamis Mantap dan Unggul.

Penggunaan macan tutul sebagai maskot memperlihatkan bagaimana satwa khas Gunung Sawal telah berkembang menjadi bagian dari identitas visual Ciamis.

Ayam Sentul, Warisan Fauna Khas Ciamis

Selain macan tutul, Ciamis memiliki Ayam Sentul, salah satu ayam lokal asli Jawa Barat yang dikenal luas di wilayah Ciamis.

Ayam Sentul memiliki karakteristik tubuh yang tegap dan pertumbuhan yang baik. Pemerintah Jawa Barat mencatat Ayam Sentul sebagai salah satu sumber daya genetik asli Jawa Barat yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Nama Ayam Sentul juga memiliki hubungan erat dengan cerita Ciung Wanara. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, Ciung Wanara memiliki ayam jantan berwarna abu-abu bernama Si Jelug.

Kisah tersebut berkaitan dengan tradisi sabung ayam di Kerajaan Galuh. Dalam cerita yang berkembang, ayam milik Ciung Wanara berhasil mengalahkan ayam milik raja sehingga Ciung Wanara memperoleh bagian dari Kerajaan Galuh. Keturunan ayam tersebut kemudian dikaitkan dengan Ayam Sentul.

Fauna Menjadi Bagian dari Identitas Galuh

Macan tutul Gunung Sawal dan Ayam Sentul menunjukkan bahwa identitas Ciamis tidak hanya terbentuk dari bangunan bersejarah atau peninggalan kerajaan.

Alam dan fauna juga menjadi bagian dari cerita masyarakat.

Macan tutul merepresentasikan kekuatan dan kekayaan alam Gunung Sawal. Sementara Ayam Sentul membawa hubungan budaya dengan kisah Ciung Wanara dan sejarah Galuh.

Karena itu, keberadaan kedua satwa tersebut memiliki nilai yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya perlu mengenalnya sebagai fauna khas, tetapi juga menjaga habitat dan keberlangsungannya.

Bagi generasi muda Ciamis, mengenal macan tutul Gunung Sawal dan Ayam Sentul berarti mengenal sebagian dari identitas Tatar Galuh.

Di tengah perkembangan zaman, warisan alam dan budaya tersebut penting untuk terus dikenalkan agar nama Ciamis tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena kekayaan alam dan fauna yang menjadi kebanggaan daerah.

UZI GI

Komentar