Viral Menu MBG Anak TK di Bogor, Minuman Rasa Susu Disorot karena Komposisinya

Berita, Nasional229 Dilihat

BOGOR, GALUH.INFO — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak TK di Bogor menjadi sorotan setelah video pemberian minuman kemasan dengan label rasa susu beredar di media sosial.

Video tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet. Mereka mempertanyakan pemilihan produk minuman untuk anak TK yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan asupan nutrisi.

Salah satu unggahan yang viral menampilkan produk minuman dengan perasa susu. Pengunggah kemudian membuka kemasan dan menuangkan isinya ke dalam gelas untuk memperlihatkan bentuk minuman tersebut.

“Ini MBG di Bogor untuk anak TK pakai susu ini. Anggaran segede itu bisa-bisanya untuk susu malah dipakai buat beli minuman kemasan yang gak jelas dan sampai ada tulisan ‘rasa susu,’” tulis pengunggah utas melalui akun X @bisimllahyuk_, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Pengunggah juga menyoroti informasi kandungan yang tercantum pada produk tersebut.

“Dicek kandungannya, ternyata air 86 persen,” lanjutnya.

Komposisi Minuman Rasa Susu Jadi Sorotan

Perdebatan kemudian berkembang setelah influencer yang membahas teknologi pangan, Dennis Guido melalui akun Instagram @naktekpang, ikut memberikan tanggapan terhadap produk tersebut.

Dennis menilai produk tersebut berada pada kategori minuman dengan kandungan susu yang rendah.

“Sebagai anak Tekpang, ini kategori produk yang paling rendah persusu-susan,” tulis Dennis dalam unggahannya, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Menurut Dennis, produk tersebut termasuk kategori minuman yang menggunakan perisa susu. Ia juga menyoroti kandungan gula dan sejumlah bahan lain yang terdapat dalam produk.

“Ini bahkan gulanya lebih banyak dari susunya, terus ada turunan kedelai. Ini ada perisa susu yang gue yakin ini perisa rasa susu dan bikin emosi ini semua kecampur,” imbuhnya.

Dennis juga mempertanyakan keberadaan taurin dalam minuman tersebut.

“Yang bikin gue bingung, ini ada Taurin yang setahu gue ditambahin di energy drink, jadi enggak tahu kenapa ada Taurin di sini,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut kemudian ikut memperluas perhatian publik terhadap pemilihan produk minuman dalam menu MBG untuk anak usia TK.

Produk Disebut Berasal dari China

Selain kandungan, Dennis juga menyoroti asal produk minuman yang tampil dalam video tersebut.

Ia menduga produk itu bukan hasil produksi dalam negeri dan menyebut China sebagai negara asal produksinya.

“Kalau dilihat, ini bukan diproduksi di Indonesia. Ini produksinya di China. Menurut gue ini enggak pantes buat dikasih ke anak-anak yang lagi masa pertumbuhan,” imbuhnya.

Dennis kemudian menjelaskan kekhawatirannya terhadap persepsi anak-anak ketika mengonsumsi minuman dengan perisa susu.

“Terutama karena mereka enggak ngerti ya perisa sintetik, jadi pas mereka minum air, gula, sama sedikit susu secuil ini, mereka masih ada aroma susu jadi mengira ini susu,” sambungnya.

Karena itu, Dennis meminta pengelola MBG lebih cermat ketika memilih produk kemasan untuk anak-anak.

“Jadi please banget buat pengelola MBG-nya ini aturan buat pemilihan produk kemasannya harus di cek lagi. Kalau janjinya susu semoga kalian bisa kasih susu yang beneran,” tegasnya.

Produk Serupa Pernah Viral pada Februari 2026

Produk minuman rasa susu yang sama juga pernah menjadi perhatian warganet pada awal 2026.

Pada 5 Februari 2026, akun Instagram @ap.riyanti mengunggah pengalaman setelah mencoba minuman tersebut. Ia mempertanyakan rasa dan karakteristik minuman yang menurutnya berbeda dari susu pada umumnya.

“Bentuknya susu, kok asem? Expired kah? Ternyata enggak. Ini bukan susu, tapi minuman rasa susu. Tapi susu mana yang asem? Oh mungkin susu yang menuju basi,” tulis @ap.riyanti, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Dalam unggahan tersebut, ia juga memperlihatkan warna minuman yang menurutnya berbeda dari susu pada umumnya.

“Warna minumannya juga disebut bening tapi keruh, disebut keruh tapi nanggung. Ini lebih cerah, enggak butek kayak UHT lainnya,” jelasnya.

Saat itu, pengunggah juga menyampaikan masukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memaksakan penggunaan susu apabila anggaran tidak memungkinkan.

“Bukan tugasnya kita menyenangkan semua orang, bahkan SPPG juga enggak ada kewajiban untuk selalu memberikan makanan bergizi yang anak sukai. Tapi ngasih minuman rasa susu tapi rasanya asem sih, tolong ya Pak, Bu,” ungkapnya.

Ia kemudian menyarankan SPPG mencari alternatif lain apabila tidak mampu menyediakan susu dalam menu.

“Kalau SPPG enggak bisa budgeting susu di menunya, enggak apa-apa kok, enggak usah maksain. Bisa cari opsi lain yang lebih memungkinkan,” tukasnya.

Viralnya kembali produk tersebut dalam konteks program MBG untuk anak TK di Bogor membuat publik kembali mempertanyakan standar pemilihan makanan dan minuman yang diberikan kepada penerima program.

Namun, berbagai klaim mengenai kandungan, keamanan, serta kelayakan produk tetap perlu merujuk pada label resmi produk dan hasil pemeriksaan lembaga berwenang. Sorotan warganet dan pendapat individu di media sosial tidak dengan sendirinya menjadi kesimpulan resmi mengenai keamanan produk tersebut.

UZI

Komentar