Milangkala Desa Bunter ke-196 Meriah, H. Rahwan Soroti Serius Penanganan Fakir Miskin dan Anak Yatim

Berita, Daerah5 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO Perayaan Milangkala Desa Bunter ke-196, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, berlangsung semarak pada Minggu, 13 September 2026. Di tengah kemeriahan tersebut, tokoh masyarakat Drs. H. Rahwan, M.Si., menyampaikan sorotan tegas mengenai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan hari jadi desa itu menghadirkan perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta warga. Sejumlah kegiatan turut mewarnai acara, termasuk penyerahan bantuan sosial dan santunan bagi anak yatim serta kaum dhuafa.

Namun, momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan sejarah Desa Bunter. Bagi Rahwan, usia 196 tahun juga menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana pemerintah desa memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan Sosial Jadi Bagian Perayaan

Penyerahan bantuan sosial dan santunan kepada warga menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Milangkala Desa Bunter.

Kegiatan tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah desa, masyarakat, tokoh setempat, serta para dermawan.

Meski demikian, Rahwan menilai perhatian terhadap masyarakat kurang mampu perlu terus diperkuat. Ia menyoroti pentingnya akuntabilitas dan pemerataan dalam penanganan persoalan sosial di tingkat desa.

Menurutnya, pendataan dan penyaluran bantuan harus berjalan secara tepat sasaran agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat.

H. Rahwan Bicara Tegas

Dalam sesi wawancara dengan awak media di kantor Desa Bunter, Rahwan menyampaikan pandangannya dengan nada tegas.

Ia menekankan bahwa memasuki usia ke-196 tahun, Desa Bunter perlu terus mendorong pemerintahan yang mandiri, transparan, dan memiliki perhatian kuat terhadap masyarakat kecil.

Rahwan secara khusus menyoroti penanganan fakir miskin dan anak yatim.

“Ke depannya, penanganan fakir miskin dan anak yatim harus benar-benar diperhatikan secara serius! Jangan sampai ada hak-hak masyarakat yang terabaikan!” ujar H. Rahwan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Milangkala Desa Bunter tahun ini.

Rahwan berharap pemerintah desa tidak hanya menjalankan pembangunan dari sisi fisik, tetapi juga memperkuat program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Jangan Sampai Ada Warga Terlewat

Rahwan juga mendorong seluruh unsur pemerintahan Desa Bunter untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi.

Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat membutuhkan kerja bersama mulai dari tingkat dusun hingga jajaran perangkat desa.

Ia berharap setiap persoalan sosial dapat teridentifikasi dengan baik sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan prioritas penanganan.

Bagi Rahwan, keberadaan fakir miskin, anak yatim, dan warga kurang mampu harus menjadi perhatian serius dalam agenda pembangunan desa.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab agar pelayanan masyarakat semakin baik.

Milangkala Jadi Momentum Evaluasi

Peringatan Milangkala Desa Bunter ke-196 akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial. Usia panjang Desa Bunter juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Kritik dan evaluasi yang disampaikan H. Rahwan diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah desa untuk terus berbenah, khususnya dalam memastikan program kesejahteraan masyarakat berjalan secara transparan dan tepat sasaran.

Semangat Milangkala pun tidak berhenti pada perayaan sejarah. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan desa juga harus tercermin dari semakin kuatnya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Di usia ke-196 tahun, harapan untuk mewujudkan Desa Bunter yang maju dan sejahtera tetap bertumpu pada sinergi pemerintah, masyarakat, serta seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan desa.

fauzi

Komentar