Muscab IX PPP Ciamis Ditegaskan sebagai Amanat Organisasi, DPW Dorong Kader Siap Jadi Pemimpin Daerah

Berita, Nasional6 Dilihat

CIAMIS | GALUH INFO – Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Ciamis ditegaskan sebagai amanat organisasi yang wajib dilaksanakan sesuai aturan partai, bukan sekadar kehendak pengurus di tingkat wilayah maupun cabang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, dalam keterangannya saat menghadiri agenda Muscab IX PPP Kabupaten Ciamis. Ia menekankan bahwa pelaksanaan musyawarah cabang merupakan mandat yang tertuang dalam AD/ART partai.

Menurutnya, Muscab bukanlah instruksi personal dari pimpinan wilayah maupun keinginan pengurus cabang, melainkan sebuah amanah organisasi yang harus dijalankan sebagai bagian dari mekanisme regenerasi kepemimpinan.

“Ini bukan perintah Ketua DPW, bukan keinginan Ketua DPC, tetapi amanat AD/ART. Karena itu, dengan terselenggaranya Muscab, berarti amanah organisasi telah dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Uu juga menyampaikan harapan agar siapa pun yang terpilih memimpin PPP Ciamis memiliki keberanian untuk menatap posisi strategis di pemerintahan daerah, termasuk mencalonkan diri sebagai bupati.

Ia menegaskan, tugas partai tidak hanya melahirkan pemimpin internal, tetapi juga mencetak tokoh-tokoh yang mampu menjadi pemimpin di daerah dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Minimal harus ada keinginan dulu. Kader yang baik adalah kader yang punya cita-cita untuk menduduki jabatan publik,” katanya.

Lebih jauh, Uu menyoroti pentingnya kader PPP menjadi teladan di tengah masyarakat. Sebagai partai berlambang Ka’bah yang identik dengan nilai-nilai keislaman, ia menilai perilaku kader harus mencerminkan nuansa religius.

Menurutnya, identitas keislaman PPP harus tercermin bukan hanya pada simbol, melainkan juga pada sikap, etika, dan keberpihakan kepada nilai moral di tengah masyarakat yang religius seperti Ciamis.

“PPP sangat identik dengan masyarakat Kabupaten Ciamis. Karena itu, kader-kadernya harus mampu menunjukkan akhlak dan keteladanan yang bernuansa Islami,” tegasnya.

Ia berharap, kepengurusan baru hasil Muscab IX mampu membawa PPP Ciamis menjadi partai besar di daerah. Baginya, ukuran partai besar bukan ditentukan oleh lamanya berdiri, melainkan oleh kekuatan representasi politik di parlemen.

“Partai besar itu bukan karena usianya, tetapi seberapa banyak wakil rakyat yang dimiliki. Kalau sudah puluhan tahun tapi kursinya sedikit, tetap saja partai kecil,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui tantangan politik yang dihadapi PPP di Ciamis cukup besar. Salah satunya adalah perubahan perilaku pemilih yang kini dinilai semakin pragmatis.

Menurut Uu, masyarakat saat ini tidak selalu memilih partai berdasarkan ideologi, melainkan cenderung mempertimbangkan keuntungan praktis. Fenomena politik transaksional pun menjadi tantangan serius bagi partai berbasis ideologi seperti PPP.

Ia mengingatkan bahwa suara rakyat tidak boleh dibeli dengan uang, sebab praktik semacam itu justru melemahkan kualitas demokrasi dan menghilangkan tanggung jawab politik terhadap pemilih.

Selain itu, kemunculan partai-partai lain yang mengusung identitas keislaman juga menjadi tantangan tersendiri. Jika pada masa lalu PPP menjadi satu-satunya representasi politik Islam, kini lanskap politik jauh lebih kompetitif.

Tak hanya itu, masyarakat juga dinilai semakin melihat figur dibanding ideologi partai. Popularitas dan kedekatan tokoh dengan publik kerap menjadi faktor dominan dalam menentukan pilihan politik.

“Kalau figurnya bagus, populer, dan dicintai, maka partainya pun akan diikuti. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi PPP untuk menghadirkan tokoh-tokoh yang bisa menjadi panutan,” ungkapnya.

Terkait dukungan terhadap calon tertentu dalam Muscab maupun kontestasi politik mendatang, Uu menegaskan posisinya sebagai pengurus wilayah harus netral dan tidak berpihak kepada siapa pun.

Meski demikian, ia menilai setiap kader memiliki hak untuk maju dan berkompetisi secara sehat. Baginya, keberanian untuk tampil adalah bagian dari kualitas seorang kader.

Dengan semangat regenerasi dan penguatan struktur organisasi, Muscab IX PPP Kabupaten Ciamis diharapkan menjadi momentum kebangkitan partai dalam menatap agenda politik ke depan.

Keberhasilan Muscab, kata dia, bukan hanya soal memilih ketua baru, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi lahirnya pemimpin-pemimpin daerah dari rahim partai berlambang Ka’bah tersebut.

Fauzi GIki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed