Ortrad Ciamis Digelar, 540 Siswa Berebut Tiket ke Tingkat Kabupaten

Berita, Pendidikan12 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO Sebanyak sekitar 540 siswa dari 40 sekolah dasar (SD) mengikuti ajang olahraga tradisional tingkat Kecamatan Ciamis di Lapang Cigorowong, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi arena kompetisi antarsekolah. Panitia juga menjadikannya sebagai bagian dari proses penjaringan dan seleksi bibit atlet olahraga tradisional yang akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Ciamis pada tingkat Kabupaten Ciamis.

Lima cabang olahraga tradisional turut dipertandingkan, yakni hadangan, egrang, terompah panjang, dagongan, serta bakiak atau kumpitan.

Satu Hari, Jadi Gerbang Seleksi Kabupaten

Ketua Pelaksana, Ayana Rustiana, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan tingkat kecamatan berlangsung selama satu hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi tahapan awal untuk melihat kemampuan siswa sebelum Kecamatan Ciamis menentukan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat kabupaten.

“Dilaksanakan cuma satu hari. Ini untuk seleksi persiapan ke tingkat kabupaten,” ujar Ayana.

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 540 siswa, panitia memiliki banyak pilihan untuk melihat potensi atlet pada masing-masing cabang olahraga.

Namun, hasil pertandingan tingkat kecamatan tidak serta-merta menentukan seluruh atlet yang akan berangkat ke tingkat kabupaten.

Juara Belum Otomatis Wakili Kecamatan

Panitia memang menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga dalam pertandingan tingkat kecamatan. Namun, posisi tersebut tidak menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan atlet yang akan memperkuat Kecamatan Ciamis.

Panitia masih akan melakukan seleksi lanjutan setelah pertandingan selesai. Proses tersebut bertujuan memilih siswa yang dinilai memiliki kemampuan terbaik pada setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Juara satu sampai juara dua dan tiga itu tidak mutlak yang mewakili. Nanti juga ada tim seleksi lagi setelah pelaksanaan ini. Jadi diambil benar-benar siswa atau atlet yang terbaik,” katanya.

Mekanisme tersebut membuat persaingan tidak berhenti ketika pertandingan tingkat kecamatan berakhir. Siswa yang tampil baik tetap memiliki peluang untuk masuk dalam proses seleksi berikutnya.

Dipersiapkan Hadapi Kompetisi Oktober

Atlet hasil seleksi Kecamatan Ciamis selanjutnya akan dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan olahraga tradisional tingkat Kabupaten Ciamis yang direncanakan berlangsung pada awal Oktober 2026.

Karena itu, proses seleksi menjadi bagian penting dalam pembinaan. Kecamatan Ciamis tidak hanya membutuhkan atlet yang meraih posisi juara, tetapi juga mencari peserta dengan kemampuan yang paling siap untuk menghadapi persaingan di tingkat kabupaten.

Ayana berharap kegiatan tersebut berjalan lancar sekaligus menghasilkan atlet potensial dari berbagai sekolah.

“Harapannya yang pertama, pelaksanaan berjalan lancar. Terus yang kedua, bisa mencetak atau menghasilkan atlet-atlet terbaik, khususnya untuk Kecamatan Ciamis,” tutur Ayana.

Olahraga Tradisional Tetap Punya Ruang

Keterlibatan sekitar 40 SD dan ratusan siswa menunjukkan besarnya ruang bagi olahraga tradisional di lingkungan pendidikan dasar.

Cabang seperti hadangan, egrang, terompah panjang, dagongan, dan bakiak tidak hanya menguji kemampuan fisik. Setiap permainan juga membutuhkan koordinasi, ketangkasan, keseimbangan, kekompakan, serta strategi.

Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal kembali permainan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat.

Pembinaan sejak jenjang sekolah dasar juga membuka peluang munculnya bibit atlet baru yang dapat berkembang melalui kompetisi berjenjang.

Bagi Kecamatan Ciamis, pertandingan pada 16 September 2026 menjadi titik awal untuk memilih atlet yang akan membawa nama daerah pada kompetisi tingkat Kabupaten Ciamis.

Selanjutnya, hasil seleksi akan menjadi dasar persiapan menuju ajang olahraga tradisional tingkat kabupaten pada Oktober 2026.

fauzi

Komentar

News Feed