Pelajar SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

Daerah, Pendidikan77 Dilihat

BENER MERIAH, GALUH.INFO – Seorang pelajar SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Aceh, diduga menjadi korban pengeroyokan sejumlah kakak kelas. Peristiwa tersebut diduga terjadi di area belakang sekolah pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dugaan pengeroyokan mencuat setelah rekaman video kejadian beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pelajar diduga mendapat kekerasan fisik dari beberapa siswa lainnya.

Informasi yang beredar menyebut korban masih berusia 16 tahun dan duduk di kelas XI. Sementara sejumlah terduga pelaku disebut merupakan siswa kelas XII.

Korban Dipukul dan Ditendang

Dalam rekaman yang beredar, seorang pelajar yang mengenakan kaos hitam terlihat membanting dan memiting kepala korban.

Korban kemudian terlihat mendapat pukulan dan tendangan. Setelah menerima tendangan, korban sempat terdiam dan tidak bergerak sebelum sejumlah siswa mendekatinya.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan sejumlah siswa lain berada di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi awal, terduga pelaku diduga berjumlah dua hingga tiga orang. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jumlah orang yang terlibat serta peran masing-masing.

Informasi dari pengunggah video menyebut terduga pelaku merupakan kakak kelas korban.

“Adik saya kelas 2 SMA dan yang mukulin ada beberapa orang dan mereka kelas 3 SMA,” demikian keterangan yang beredar dalam unggahan tersebut.

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan

Setelah video beredar luas di media sosial, Polres Bener Meriah turun tangan menangani dugaan pengeroyokan tersebut.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan kepolisian telah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.

“Kami memastikan laporan dan informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional,” ujar Aris, dikutip Senin (24/8/2026).

Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

“Dalam perkara ini, kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, memeriksa saksi-saksi, melengkapi alat bukti,” lanjutnya.

Polisi Perhatikan Perlindungan Anak

Karena perkara tersebut melibatkan pelajar yang masih berusia di bawah umur, kepolisian menyatakan akan memperhatikan ketentuan mengenai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

“Polisi memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak,” terang Aris.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses penanganan perkara karena baik korban maupun pihak yang diduga terlibat masih berstatus pelajar.

Korban Masih Jalani Perawatan

Polisi membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8/2026) di kawasan Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diduga mengalami kekerasan fisik setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah pelajar lainnya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah rekaman kejadian beredar di media sosial.

Sementara itu, korban masih menjalani perawatan di RS Datu Beru Takengon. Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap korban setelah kondisinya memungkinkan.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap dugaan pengeroyokan, termasuk motif, jumlah pihak yang terlibat, serta rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kekerasan terjadi.

uzi Gi

Komentar