NTT, GALUH.INFO – Di tengah masa tanggap darurat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), aksi seorang pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, menjadi perhatian warganet. Meski ikut merasakan dampak bencana, ia tetap membuka tokonya untuk membantu warga yang membutuhkan kebutuhan mendesak.
Pemilik toko bernama Nurdin itu memilih menyediakan barang-barang kebutuhan dasar, terutama untuk bayi, seperti susu dan popok. Ia menegaskan bahwa toko tersebut tidak dibuka untuk mencari keuntungan, melainkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan pascagempa.
Kisah Nurdin mencuat setelah akun Threads @kang_iman membagikan video mengenai aksinya. Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian warganet dan memperlihatkan semangat saling membantu di tengah situasi darurat.
“Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahan, dikutip Selasa (18/8/2026).
Akun tersebut juga menuliskan bahwa bencana justru menjadi momentum bagi warga untuk saling menguatkan.
“Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” lanjut keterangan tersebut.
Nurdin Buka Toko untuk Warga yang Membutuhkan
Dalam video yang beredar, Nurdin menjelaskan bahwa dirinya meminta karyawan tetap membuka toko. Namun, ia tidak menjalankan aktivitas seperti hari-hari biasa.
Ia memilih memprioritaskan warga terdampak yang membutuhkan bantuan logistik. Kebutuhan bayi, seperti susu dan popok, menjadi salah satu barang yang ia siapkan.
Menurut Nurdin, para karyawannya juga ikut menghadapi musibah dan memiliki keluarga yang harus mereka urus. Meski demikian, ia mendorong mereka untuk membantu membuka toko karena masyarakat membutuhkan barang-barang penting.
“Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini, saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti (untuk) bayi, susu, dan pampers. Itu aja,” ucap Nurdin dalam video tersebut.
Keputusan itu menunjukkan kepedulian di tengah kondisi darurat. Nurdin memilih mengutamakan kebutuhan masyarakat meski dirinya dan lingkungan sekitar juga mengalami dampak gempa.
Kondisi Toko Masih Memungkinkan untuk Melayani Warga
Pascagempa, Nurdin menyebut kondisi tokonya masih cukup baik. Sejumlah barang di dalam toko memang berantakan, tetapi persediaan kebutuhan pokok masih dapat dimanfaatkan untuk membantu warga.
Toko tersebut diketahui bernama Maci Mart Reo. Nurdin mengaku bersyukur karena tokonya masih mendapat perlindungan sehingga ia dapat memanfaatkannya untuk melayani masyarakat.
“Nama tokonya Maci Mart Reo yang Alhamdulillah kami masih diberi perlindungan, barang-barang saja yang terbengkalai. Makanya saya dorong adik-adik (buka toko), mereka juga sibuk ngurus keluarga,” lanjutnya.
Di tengah situasi bencana, akses terhadap kebutuhan dasar menjadi persoalan penting. Karena itu, keputusan membuka toko untuk membantu warga memberi ruang bagi masyarakat yang membutuhkan susu bayi, popok, dan kebutuhan lainnya.
Tegaskan Tidak Mencari Keuntungan
Nurdin secara tegas menyatakan bahwa aksi tersebut bukan untuk mencari keuntungan. Bahkan, ia menghentikan penjualan rokok agar pelayanan toko dapat berfokus pada kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
Ia berharap bantuan dan barang yang tersedia benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
“Bukan saya mau cari untung, tidak, tapi untuk melayani yang memang membutuhkan. Terutama yang sudah saya arahkan. Rokok tidak ada yang dijual biar uang bisa disalurkan,” ungkap Nurdin.
Selain menyediakan kebutuhan dasar, Nurdin juga membuka layanan penarikan uang di cabang tokonya yang lain. Layanan tersebut ia sediakan karena masyarakat membutuhkan akses uang tunai di tengah kondisi pascabencana.
“Kami masih melayani penarikan uang di cabang satunya, itu khusus penarikan uang untuk yang butuh dan karena itu permintaan masyarakat,” sambungnya.
Viral, Warga Ceritakan Kebaikan Nurdin
Video mengenai aksi Nurdin kemudian viral dan mendapat lebih dari 8.500 tanda suka. Sejumlah warganet juga membagikan pengalaman mereka setelah melihat langsung aksi pemilik toko tersebut.
Salah satu akun, @itsme.lagaimo, mengaku pernah datang ke toko untuk membeli barang. Namun, menurut pengakuannya, Nurdin justru meminta warga yang membutuhkan agar tidak membayar.
“Iya Bapak ini baik, tadi kami mau beli tapi Bapak bilang, ‘Jangan, ini untuk melayani masyarakat.’ Jadi, kata bapaknya uang donasi salurkan saja,” tulis akun tersebut.
Cerita itu memperlihatkan bentuk solidaritas warga yang muncul di tengah situasi sulit. Ketika bencana memaksa banyak orang menghadapi keterbatasan, bantuan dari sesama warga ikut menjadi kekuatan untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Pemerintah Terus Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak
Sementara itu, pemerintah terus menjalankan penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak gempa NTT. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyebut penanganan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Pemerintah membagi tugas untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan cepat. Bantuan logistik bergerak menuju Kecamatan Reo di Kabupaten Manggarai hingga wilayah yang sulit dijangkau, termasuk Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto juga menjelaskan bahwa Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menampung dan menyalurkan berbagai bantuan logistik.
Bantuan tersebut mencakup 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Pemerintah kemudian menyalurkannya melalui dua posko utama di NTT, yaitu Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.
Posko Labuan Bajo melayani distribusi bantuan untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere mendukung penyaluran logistik ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Di tengah upaya pemerintah menangani dampak gempa, aksi Nurdin di Reo menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat juga memiliki peran penting. Sama-sama menghadapi musibah, ia memilih tetap membuka pintu tokonya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.
FAUZI













Komentar