Peringati Hari Mitigasi Bencana Internasional, Warga Desa Jelat Bersihkan Sungai dan Tanam Pohon

Berita, Daerah79 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Ribuan warga memadati halaman Kantor Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, dalam peringatan Hari Mitigasi Bencana Internasional, Selasa (13/10/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat, unsur pemerintahan, serta sejumlah lembaga yang berfokus pada kebencanaan, kesehatan, dan edukasi masyarakat.

Mengusung tema “Ngamumule Lembur Dina Ngajaga Budaya Kolot”, kegiatan tersebut diisi dengan aksi membersihkan aliran Sungai Cibuyut, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan HIV/AIDS, serta penanaman bibit pohon di area pemakaman umum.

Aksi bersih sungai berlangsung di sekitar jembatan dan bendung Sungai Cibuyut. Aliran sungai yang berhulu dari Gunung Syawal itu melewati Desa Jelat sebelum bergabung dengan Sungai Cileueur di wilayah Desa Karanganyar.

Sejumlah unsur turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya jajaran Polres Ciamis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dinas Sosial Ciamis, serta Camat Baregbeg dan unsur lainnya. Warga mengikuti kegiatan dengan tertib di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Kades Jelat Apresiasi Partisipasi Warga

Kepala Desa Jelat, Arga Prayoga, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya terharu atas kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini, semoga ini menjadi rutinitas ke depannya,” ujar Arga.

Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan perlu tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri. Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan kebanggaan terhadap Kabupaten Ciamis yang dikenal atas capaian kebersihan lingkungannya.

“Ini merupakan bukti dari kebanggaan kami menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis sebagai kota terbersih se-Asean,” tambahnya.

Arga juga memandang kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan dan syiar Islam. Ia menekankan bahwa perubahan perlu dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain.

“Sebagai umat Islam yang ihsan, ini merupakan bentuk peningkatan iman,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kesadaran menjaga kebersihan dapat menjadi bagian dari dakwah apabila masyarakat lebih dahulu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian memberi teladan bagi lingkungan sekitar.

Bersihkan Sungai dan Tanam Pohon untuk Menjaga Sumber Air

Setelah menyelesaikan aksi pembersihan sungai, warga melanjutkan kegiatan dengan menanam bibit pohon di sekitar pemakaman umum. Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga ketersediaan air.

Arga berharap pohon-pohon yang ditanam dapat memberi manfaat bagi lingkungan Desa Jelat dalam jangka panjang.

“Semoga, dengan penanaman ini menjadi jangkar Desa Jelat menyimpan air,” harapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara mitigasi bencana, kebersihan sungai, dan pemeliharaan lingkungan. Masyarakat diajak untuk tidak hanya merespons bencana ketika terjadi, tetapi juga melakukan langkah pencegahan melalui tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Edukasi HIV/AIDS Menyasar Keluarga

Selain kegiatan lingkungan, panitia juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Baregbeg di Gedung Olahraga (GOR) Desa Jelat.

Di lokasi yang sama, berlangsung edukasi pencegahan HIV/AIDS melalui kerja sama dengan 234 SC DPC Ciamis dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pentingnya perhatian keluarga terhadap kesehatan.

Sekretaris KPA, Andi Alifikri, mengatakan edukasi tersebut menyasar orang tua agar mereka memiliki pemahaman yang memadai untuk melindungi anggota keluarga, khususnya anak-anak.

“Lingkungan terkecil adalah keluarga, maka kami sampaikan edukasi ini kepada para orangtua warga Desa Jelat demi pencegahan untuk buah hatinya,” ujar Andi.

Ia menambahkan, keluarga perlu membangun komunikasi yang baik dan memperhatikan perubahan kondisi orang-orang terdekat. Namun, pemahaman mengenai HIV/AIDS harus berlandaskan informasi kesehatan yang benar, bukan stigma atau prasangka terhadap seseorang.

“Ada beberapa ciri dan tanda tertentu yang harus keluarga pahami dan ketahui, agar tidak kecolongan,” tambah Andi.

234 SC Tekankan Peran Orang Tua dalam Mengawasi Remaja

Ketua 234 SC DPC Ciamis, Alex Malinda, menilai edukasi pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama di tengah perubahan pola pergaulan remaja.

Alex mengenang kebiasaan masa kecilnya ketika anak-anak mengaji di langgar selepas Magrib, kemudian pulang ke rumah setelah Isya.

“Waktu saya masih kecil menjelang remaja, selepas Maghrib mengaji di langgar. Lalu setelah Isya kami pulang ke rumah, tak berani keluyuran,” kenangnya.

Menurut Alex, kondisi pergaulan remaja saat ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi orang tua. Ia menyoroti masih adanya remaja usia sekolah yang menghabiskan waktu di luar rumah hingga malam hari.

“Tentu saja, jadi pertanyaan apakah orangtua mereka tak merasa kehilangan?” ujarnya.

Alex menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan mendasar selain sekolah. Menurutnya, waktu anak bersama keluarga perlu mendapat perhatian karena sebagian besar waktu sehari-hari mereka berada di luar jam sekolah.

“Dari 24 jam sehari, di sekolah paling lama 8 jam. Sisanya di rumah, atau di wilayah keluarga,” tambahnya.

Ia berharap orang tua memperkuat komunikasi, pendampingan, dan perhatian terhadap aktivitas anak agar keluarga dapat menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang remaja.

“Seharusnya, lebih banyak waktu bersama keluarga. Jangan malah keluyuran,” tegas Alex.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Desa Jelat menggabungkan aksi kepedulian lingkungan, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi keluarga dalam satu agenda kemasyarakatan. Partisipasi warga dan berbagai unsur yang terlibat diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan risiko bencana dan persoalan kesehatan masyarakat.

uzi

Komentar