Pesantren Ar-Risalah Ciamis Studi Banding ke Tebuireng, Dalami Sistem Pendidikan Berbasis Sains

Berita, Pendidikan24 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO Pondok Pesantren Ar-Risalah Ciamis melakukan studi banding ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kunjungan tersebut membahas kurikulum serta sistem pendidikan berbasis sains yang diterapkan Tebuireng.

Rombongan Ar-Risalah mendapat sambutan langsung dari Mudir I Bidang Keuangan dan Umum Pesantren Tebuireng, Gus Ghofar. Pertemuan berlangsung di Aula Lantai 1 Gedung Yusuf Hasyim.

Sekretaris Yayasan Ar-Risalah, Mu’jiz Ridwan, MM, memimpin rombongan. Sejumlah guru dan kepala sekolah dari unit pendidikan Ar-Risalah turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ar-Risalah Siapkan Pendidikan Berbasis Sains

Mu’jiz Ridwan menjelaskan bahwa studi banding tersebut menjadi bagian dari rencana Ar-Risalah mengembangkan sistem pendidikan berbasis sains.

“Kami berangkat dari Pondok Pesantren Ar-Risalah ini punya angan-angan, yakni ingin membangun sistem pendidikan seperti di Pesantren Tebuireng, yakni mendirikan science center,” ungkapnya.

Saat ini, Pondok Pesantren Ar-Risalah menaungi beberapa unit pendidikan. Unit tersebut meliputi SD Model Auladi, SDIT Asy-Syarifah, SMP Terpadu Ar-Risalah, dan SMA Terpadu Ar-Risalah.

Menurut Mu’jiz, guru dan kepala sekolah dari unit-unit tersebut ikut dalam rombongan studi banding.

“Alhamdulillah, rombongan yang kami bawa adalah masing-masing dari guru-guru atau kepala sekolah dari unit yang telah disebutkan sebelumnya,” ujarnya.

Bangun Hubungan Keilmuan

Studi banding tersebut tidak hanya membahas sistem pendidikan sains. Mu’jiz juga berharap kunjungan itu membuka hubungan keilmuan antara Pondok Pesantren Ar-Risalah dan Pesantren Tebuireng.

“Kedatangan kami mudah-mudahan dapat diangkat sebagai murid dari Pengasuh Pesantren Tebuireng ini,” harapnya.

Harapan tersebut menunjukkan keinginan Ar-Risalah untuk memperluas jejaring pembelajaran sekaligus menggali pengalaman Tebuireng dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan kajian keislaman dan sains.

Tebuireng Ceritakan Awal Pendidikan Sains

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ghofar menjelaskan secara singkat sejarah lahirnya pendidikan sains di Pesantren Tebuireng.

Menurutnya, gagasan tersebut bermula ketika KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah bertemu dengan Dr. Agus Purwanto. Saat itu, Agus Purwanto memiliki tulisan berjudul Ayat-Ayat Semesta.

“Pendirian dari sekolah Sains yang ada di Pesantren Tebuireng bermula dari Gus Sholah saat bertemu dengan Dr. Agus Purwanto, yang kala itu memiliki sebuah tulisan yang berjudul Ayat-Ayat Semesta,” ungkap Gus Ghofar.

Pertemuan tersebut kemudian mendorong Gus Sholah mengembangkan gagasan pendidikan yang menggabungkan pembelajaran Al-Qur’an dengan sains.

“Sehingga berdirilah satu unit pendidikan di Pesantren Tebuireng yang mampu mempelajari Al-Qur’an dan Sains, yang mana mencocokkan antara keilmuan sains dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur’an,” lanjutnya.

Pendidikan Sains Jadi Ciri Khusus

Gus Ghofar mengatakan pendidikan sains menjadi salah satu ciri yang membedakan unit pendidikan tersebut dengan unit pendidikan lainnya di Pesantren Tebuireng.

Menurutnya, proses penerimaan calon santri pada unit pendidikan sains juga menggunakan tahapan seleksi.

“Pendidikan sains ini menjadi unit pembeda dari unit-unit lainnya sehingga untuk menyaring calon santrinya harus melalui tes dengan perolehan IQ minimal 110–120,” jelasnya.

Studi banding tersebut menjadi ruang bagi Pondok Pesantren Ar-Risalah Ciamis untuk mempelajari pengalaman Tebuireng dalam mengembangkan pendidikan berbasis sains.

Kunjungan itu juga membuka peluang penguatan hubungan keilmuan antara kedua lembaga pendidikan pesantren.

UZI

Komentar