Raden Panji Jayanegara, Tokoh Galuh di Balik Perpindahan Pusat Pemerintahan 1642

Berita, Daerah336 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Raden Adipati Panji Jayanegara menempati posisi penting dalam sejarah Kabupaten Galuh. Pemerintah Kabupaten Ciamis mengaitkan masa kepemimpinannya dengan salah satu peristiwa penting yang kemudian menjadi dasar Hari Jadi Kabupaten Ciamis, yaitu perpindahan pusat pemerintahan Galuh menuju Barunay atau Imbanagara pada 12 Juni 1642.

Panji Jayanegara sebelumnya dikenal sebagai Mas Bongsar, putra Dipati Imbanagara. Setelah menggantikan ayahnya, ia memperoleh gelar Raden Adipati Panji Jayanegara.

Mas Bongsar Meneruskan Pemerintahan Galuh

Perjalanan Panji Jayanegara bermula dari perubahan politik di wilayah Galuh pada abad ke-17.

Pemerintah Kabupaten Ciamis mencatat bahwa Dipati Imbanagara memimpin Galuh sebelum kemudian meninggal pada 1636. Setelah itu, Mas Bongsar mengambil alih kepemimpinan dan memperoleh gelar Raden Panji Aria Jayanegara.

Kepemimpinan tersebut membawa Galuh memasuki babak baru.

Panji Jayanegara kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Garatengah menuju wilayah yang kemudian berkembang menjadi Imbanagara.

Perpindahan Pemerintahan Menjadi Tonggak Sejarah

Pemerintah Kabupaten Ciamis mencatat perpindahan pusat pemerintahan berlangsung pada 14 Maulud atau 12 Juni 1642.

Pusat pemerintahan sebelumnya berada di Garatengah. Panji Jayanegara kemudian memindahkannya melalui Calingging hingga akhirnya menuju Barunay atau Imbanagara.

Pemerintah daerah menilai peristiwa tersebut memiliki arti penting bagi perkembangan Kabupaten Galuh.

Perpindahan tersebut memperkuat pusat pemerintahan dan membentuk wilayah administrasi yang lebih jelas. Karena alasan itu, peristiwa 12 Juni 1642 kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Ciamis.

Mengapa Panji Jayanegara Penting?

Peran Panji Jayanegara tidak hanya berkaitan dengan pergantian pemimpin. Keputusannya memindahkan pusat pemerintahan ikut memengaruhi perjalanan administratif Galuh.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menjelaskan bahwa peristiwa tersebut membawa dampak terhadap perkembangan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Sejarah tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari identitas Ciamis.

DPRD Kabupaten Ciamis akhirnya mengukuhkan 12 Juni 1642 sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis melalui sidang paripurna khusus pada 17 Mei 1972.

Makamnya Menjadi Bagian Napak Tilas Sejarah

Masyarakat dapat menemukan makam Raden Adipati Arya Panji Jayanegara di Ciwahangan Girang, Desa Imbanagara.

Pemerintah Kabupaten Ciamis secara rutin melakukan ziarah ke makam leluhur Galuh menjelang Hari Jadi Ciamis. Pada 2026, tradisi tersebut kembali berlangsung sebagai bagian dari penghormatan kepada tokoh-tokoh sejarah daerah.

Makam tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali tokoh yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan pemerintahan Galuh.

Warisan Panji Jayanegara bagi Ciamis

Pada 2026, masyarakat Ciamis memperingati Hari Jadi ke-384. Angka tersebut mengikuti tanggal 12 Juni 1642 yang pemerintah daerah tetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Ciamis.

Karena itu, nama Panji Jayanegara tidak sekadar muncul dalam daftar bupati masa lalu. Ia menjadi bagian dari rangkaian sejarah yang menjelaskan bagaimana pemerintahan Galuh berkembang hingga membentuk Kabupaten Ciamis.

Sejarah Panji Jayanegara mengajarkan bahwa keputusan pemerintahan pada masa lalu dapat memberikan pengaruh panjang terhadap perkembangan suatu daerah.

fauzi

Komentar