Remaja 16 Tahun Asal Brebes Tewas Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Tim SAR Lakukan Evakuasi

Remaja Asal Brebes Tewas Usai Jatuh ke Kawah Gunung Slamet

Berita, Daerah225 Dilihat

JAWA TENGAH, GALUH.INFO – Seorang remaja berinisial FM (16), asal Sirampog, Brebes, tewas setelah terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Tim SAR gabungan kini melakukan proses evakuasi setelah menemukan korban di area dalam kawah.

Peristiwa tersebut ramai menjadi perhatian publik di media sosial. Berdasarkan informasi yang beredar, FM mendaki Gunung Slamet bersama rombongannya dan mencapai kawasan puncak sebelum insiden terjadi.

Dalam unggahan akun Instagram @insta_bumiayu pada Rabu, 19 Agustus 2026, disebutkan korban terjatuh ketika berada di sekitar bibir kawah.

“Saat berada di sekitar bibir kawah, tanah yang dipijak korban tiba-tiba ambrol hingga menyebabkan korban terjatuh ke dalam kawah,” tulis unggahan tersebut.

Informasi terbaru menyebutkan tim SAR menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, tim gabungan mengerahkan personel dan peralatan khusus untuk mengevakuasi jasad korban dari kawasan kawah.

SAR Semarang Kirim Tim Gabungan untuk Evakuasi

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung mengirimkan satu tim untuk bergabung dengan tim SAR gabungan di lokasi.

“Atas nama FM, 16 tahun asal Sirampog Brebes. Saat ini kami telah mengirimkan satu tim bergabung dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi,” kata Budiono dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Budiono mengatakan pihaknya memperoleh informasi bahwa FM sudah meninggal dunia saat tim melakukan penanganan di lokasi.

“Korban dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.

Tim asesmen atau tim aju SAR Semarang diketahui telah tiba di kawasan puncak sekitar pukul 18.00 WIB. Karena kondisi di lokasi masih memungkinkan dan pencahayaan masih cukup, tim segera melanjutkan operasi evakuasi.

“Tim sudah tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB,” tutur Budiono.

“Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi,” imbuhnya.

Korban Diduga Tergelincir saat Berada di Bibir Kawah

Budiono menjelaskan, FM bersama rombongannya mulai melakukan pendakian menuju puncak Gunung Slamet pada Senin, 17 Agustus 2026. Mereka memulai perjalanan dari Basecamp Sawangan, Tegal.

Setelah mencapai puncak, rombongan kemudian bersiap turun. Namun, korban masih berada di sekitar bibir kawah.

“Setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah,” ujar Budiono.

Tak lama kemudian, korban terjatuh ke dalam kawah. Berdasarkan perkiraan awal, posisi korban berada pada kedalaman sekitar 15 hingga 20 meter.

Budiono mengatakan pendaki yang melihat langsung kejadian tersebut menyampaikan bahwa korban sudah tidak menunjukkan pergerakan.

“Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak,” sambungnya.

Tiga Tim Dikerahkan, Evakuasi Gunakan Peralatan Khusus

Sementara itu, Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga tim untuk menuju lokasi korban di kawah Gunung Slamet.

“Saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet,” beber Hengky dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Hengky, FM melakukan pendakian bersama beberapa orang. Berdasarkan informasi awal yang diterima tim SAR, korban jatuh setelah tanah yang menjadi pijakannya mengalami amblas.

“Ada empat pendaki, bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas,” ungkap Hengky.

Operasi evakuasi menghadapi tantangan karena posisi korban berada di dalam kawah. Oleh karena itu, tim menggunakan peralatan mountaineering untuk menjangkau lokasi.

Selain itu, petugas juga membawa tabung berisi BA (breathing apparatus) sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan keberadaan gas beracun di area kawah.

“Evakuasi dengan menggunakan alat mountaineering dan membawa tabung isi BA (breathing apparatus), yang dimungkinkan dalam kawah itu terdapat gas beracun,” tandasnya.

Tim SAR gabungan terus melanjutkan proses evakuasi dengan memperhatikan kondisi medan dan keselamatan seluruh personel. Peristiwa jatuhnya FM ke kawah Gunung Slamet tersebut kembali menyoroti tingginya risiko di kawasan puncak, khususnya di sekitar bibir kawah yang memiliki kondisi tanah dan medan yang dapat berubah.

Komentar