CIAMIS, GALUH.INFO – Rumah milik Edis (75), warga Dusun Garatengah RT 04 RW 13, Desa Sukasari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, ambruk pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat retakan tanah selama musim kemarau panjang yang memperparah kondisi bangunan. Selain itu, kondisi tembok rumah yang sudah lapuk juga diduga tidak mampu lagi menahan struktur bangunan.
Edis Berada di Luar Rumah Saat Bangunan Ambruk
Saat kejadian, Edis tidak berada di dalam rumah. Karena itu, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Edis tercatat tinggal bersama satu anggota keluarganya. Rumah tersebut dihuni oleh 1 kepala keluarga dengan jumlah 2 jiwa.
Berdasarkan kronologi, retakan tanah yang muncul akibat kemarau panjang diduga memengaruhi kondisi bangunan. Selanjutnya, tembok rumah yang telah lapuk membuat struktur bangunan semakin rentan.
Pada Rabu pagi, bagian bangunan akhirnya tidak mampu bertahan dan rumah tersebut ambruk.
Bagian Dapur Mengalami Kerusakan Terparah
Akibat kejadian itu, rumah Edis mengalami kerusakan cukup parah. Bagian dapur menjadi area yang mengalami kerusakan paling berat.
Kini, kondisi rumah tersebut tidak dapat ditempati. Oleh karena itu, keluarga Edis harus memperhatikan keselamatan dan tidak menggunakan bangunan sebelum ada penanganan lebih lanjut.
Kemarau panjang diduga menjadi salah satu faktor yang memicu retakan tanah di sekitar lokasi. Sementara itu, kondisi tembok yang telah lapuk turut memperbesar risiko ambruknya bangunan.
Beruntung, saat rumah ambruk, penghuni berada di luar rumah sehingga seluruh anggota keluarga selamat dan tidak ada korban jiwa.
Warga Diminta Waspadai Bangunan Rentan
Peristiwa rumah ambruk di Desa Sukasari ini menjadi perhatian bagi warga yang memiliki bangunan dengan kondisi tua atau mengalami kerusakan.
Selain memeriksa kondisi tembok dan struktur rumah, warga juga perlu memperhatikan perubahan kondisi tanah, terutama ketika musim kemarau panjang menyebabkan tanah mengalami retakan.
Dengan demikian, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal untuk mengurangi risiko terjadinya bencana serupa.
FAUZI












Komentar