Salat Istisqo di Alun-Alun Ciamis, 5.000 Jamaah Berdoa Memohon Hujan

Berita, Daerah71 Dilihat

CIAMIS,GALUH.INFO — Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Salat Istisqo di Alun-Alun Ciamis, Kamis (8/10/2026). Ribuan warga mengikuti ibadah tersebut sebagai ikhtiar bersama menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Sekitar 5.000 jamaah menghadiri Salat Istisqo tingkat Kabupaten Ciamis. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, organisasi Islam, organisasi kepemudaan, instansi vertikal, BUMN, BUMD, PKK, Muslimat NU, kelompok pengajian, pelajar hingga santri.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan Salat Istisqo memiliki makna lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ibadah. Menurutnya, kondisi kekeringan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengevaluasi kepedulian terhadap lingkungan.

“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menundukkan hati, mengakui kelemahan kita sebagai manusia serta memohon pertolongan kepada Allah SWT,” ujar Herdiat.

Bupati Ajak Warga Jaga Lingkungan

Herdiat menjelaskan, Salat Istisqo menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan dan membutuhkan hujan.

Namun, ia menilai doa perlu berjalan bersama tindakan nyata. Masyarakat harus menjaga lingkungan dan sumber air agar ketersediaannya tetap terpelihara.

“Kita berdoa memohon hujan kepada Allah SWT, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melakukan upaya nyata untuk menjaga lingkungan dan ketersediaan sumber mata air,” katanya.

Herdiat juga mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, meningkatkan ibadah, bersedekah serta membantu warga yang terdampak kekeringan.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga mata air, memelihara pohon, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan dan menggunakan air secara bijaksana.

Menurut Herdiat, kekeringan juga dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan lingkungan.

“Mari kita introspeksi, mungkin masih banyak kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan, baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat,” tuturnya.

Salat Istisqo Digelar Serentak

Ketua Pelaksana Salat Istisqo tingkat Kabupaten Ciamis, Wawan Ruhiyat, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi dan musyawarah antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, MUI Kabupaten Ciamis, Kementerian Agama serta aparat keamanan.

“Pada pelaksanaan Istisqo tingkat Kabupaten Ciamis kali ini diperkirakan hadir 5.000 orang jamaah,” kata Wawan.

Pelaksanaan Salat Istisqo tidak hanya berlangsung di tingkat kabupaten. Kegiatan serupa juga digelar secara bersamaan di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa di seluruh Kabupaten Ciamis.

Pada pelaksanaan di Alun-Alun Ciamis, Ketua MUI Kabupaten Ciamis Drs. KH Saiful Uyun bertindak sebagai khatib. Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Ciamis KH Bukhari Muslim menjadi imam Salat Istisqo.

Wawan menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk memohon hujan yang membawa keberkahan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Tatar Galuh Ciamis.

Pemkab Perkuat Penanganan Kekeringan

Selain mengajak masyarakat berdoa, Pemkab Ciamis juga memperkuat penanganan dampak kekeringan. Pemerintah daerah memberi perhatian terhadap kebutuhan air bersih serta kondisi sektor pertanian yang ikut terdampak.

Herdiat mengajak pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam menghadapi persoalan kekeringan.

Ia berharap momentum Salat Istisqo tidak berhenti pada kegiatan ibadah. Masyarakat juga perlu membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan dan sumber daya air.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum saat ini sebagai momentum tobat dan perbaikan bersama,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan Salat Istisqo secara bersama-sama, Pemkab Ciamis berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas dalam membantu warga yang terdampak kekeringan.

uzi

Komentar