SMA Terbuka Jadi Solusi Perluas Akses Pendidikan dan Tekan Angka Putus Sekolah di Padalarang

Pendaftar Sekolah Negeri Terus Meningkat

Berita, Pendidikan18 Dilihat

KABUPATEN BANDUNG BARAT | GALUH.INFO  – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri kembali terlihat pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kecamatan Padalarang.

Jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahun, sementara daya tampung sekolah negeri masih terbatas. Saat ini, Padalarang hanya memiliki dua SMA Negeri dan satu SMK Negeri yang melayani lulusan SMP dari sejumlah wilayah sekitar.

Kondisi tersebut membuat persaingan masuk sekolah negeri semakin ketat.

Pendaftar Datang dari Berbagai Wilaya

Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, mengatakan pendaftar tidak hanya berasal dari Kecamatan Padalarang.

Menurutnya, banyak calon murid baru datang dari wilayah irisan seperti Kecamatan Cipatat, perbatasan Ngamprah, hingga kawasan yang berbatasan dengan Batujajar.

“Pendaftar tidak hanya didominasi dari Kecamatan Padalarang, tetapi juga berasal dari Kecamatan Cipatat, perbatasan Kecamatan Ngamprah, hingga wilayah pinggiran sebelum Batujajar,” ujar Lina, Selasa (9/6/2026).

Para pendaftar dari luar wilayah domisili umumnya memanfaatkan jalur prestasi rapor, kejuaraan, afirmasi, cerdas bakat istimewa, maupun jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM).

Daya Tampung Belum Mampu Menampung Semua Pendaftar

Data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) menunjukkan kapasitas penerimaan siswa baru di SMAN 1 Padalarang hanya mencapai 432 kursi.

Sementara itu, jumlah pendaftar sudah menyentuh angka sekitar 700 orang.

Apabila dihitung bersama pilihan sekolah kedua, jumlah pendaftar diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang.

“Artinya, tidak semua calon murid baru dapat terakomodasi, terutama pada jalur domisili yang berada di sekitar sekolah,” kata Lina.

Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan negeri di wilayah Padalarang.

Sekolah Swasta Menjadi Alternatif

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong optimalisasi peran sekolah swasta untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Lina menjelaskan sekolah swasta kini mendapat dukungan pemerintah sehingga dapat menjadi pilihan bagi calon siswa yang belum diterima di sekolah negeri.

“Kami memang memiliki keterbatasan kuota dan kapasitas. Karena itu, siswa yang belum tertampung akan diarahkan ke sekolah lain, termasuk sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Pihak sekolah juga terus memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kondisi daya tampung yang terbatas.

SMA Terbuka Buka Kesempatan Belajar Lebih Luas

Selain sekolah swasta, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan SMA Terbuka yang tersedia di SMAN 2 Padalarang.

Program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun mereka yang sudah bekerja tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan.

Menurut Lina, peserta SMA Terbuka tetap memperoleh ijazah yang sama dengan siswa sekolah reguler.

“Siswa tetap memperoleh ijazah yang sama dengan sekolah reguler. Sistem pembelajarannya menggunakan modul dengan pertemuan bersama guru pembimbing secara berkala,” jelasnya.

Sistem tersebut memungkinkan peserta belajar dengan waktu yang lebih fleksibel.

Upaya Menekan Angka Putus Sekolah

Pemerintah menjadikan SMA Terbuka sebagai salah satu strategi untuk menekan angka putus sekolah di Kabupaten Bandung Barat.

Program ini juga bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Lina menyebut SMA Terbuka di SMAN 2 Padalarang telah menjadi salah satu sekolah percontohan dalam memperluas akses pendidikan.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena kendala ekonomi, pekerjaan, atau keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

SMA Terbuka kini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Asted

Komentar