TNI AD Ungkap Penyebab Jembatan Gantung Garuda Pangandaran Ambruk Saat Diresmikan

Berita, Daerah260 Dilihat

PANGANDARAN, GALUH.INFO — TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengungkap hasil investigasi terkait ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan tersebut ambruk ketika Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran dan sejumlah pejabat berada di atas jembatan dalam acara peresmian, Minggu (30/8/2026).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan tim investigasi menemukan sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan. Kondisi tersebut secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur.

“Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan,” kata Donny dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Sejumlah Komponen Jembatan Ditemukan Bermasalah

TNI AD melakukan investigasi terhadap berbagai bagian konstruksi serta sistem pendukung Jembatan Gantung Garuda.

Dari pemeriksaan tersebut, tim menemukan beberapa kondisi teknis. Di antaranya pengait block anchor yang mengalami patah, konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada pylon.

Selain kondisi teknis tersebut, tim juga menganalisis pembebanan ketika insiden berlangsung.

Sekitar 50 orang berada di atas jembatan secara bersamaan. Berdasarkan hasil analisis, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja struktur jembatan.

Donny menjelaskan Jembatan Gantung Garuda merupakan jembatan perintis yang dibangun untuk membantu akses masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan pembangunan jembatan beton.

TNI AD Ingatkan Batas Kapasitas Jembatan

Menurut Donny, jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, penggunaan jembatan harus memperhatikan ketentuan pembebanan.

“Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya. Pada jembatan tersebut juga telah dicantumkan ketentuan mengenai batas jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan,” jelasnya.

TNI AD sebelumnya juga meningkatkan sistem sling pada sejumlah jembatan perintis yang dibangun. Peningkatan tersebut mencakup kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen.

Namun, peningkatan kekuatan komponen tidak berarti pengguna dapat mengabaikan kapasitas jembatan. Seluruh sistem tetap harus berfungsi sesuai desain dan ketentuan penggunaan.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” ujar Donny.

Jembatan Akan Diperiksa Sebelum Digunakan Kembali

Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, TNI AD akan melakukan penanganan dan penyempurnaan terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem struktur jembatan.

Evaluasi juga akan mencakup konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan ketentuan keselamatan pada jembatan perintis lainnya.

Sebelum masyarakat kembali menggunakan jembatan tersebut, TNI AD akan melakukan pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai kebutuhan. Langkah itu bertujuan memastikan jembatan memenuhi aspek kelayakan dan keselamatan.

Donny menegaskan hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi dalam pembangunan jembatan perintis berikutnya.

“Hasil investigasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembangunan jembatan ke depan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat memberikan manfaat secara optimal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ambruk Saat Bupati dan Pejabat Berada di Atas Jembatan

Sebelumnya, Jembatan Gantung Garuda yang berada di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat proses peresmian pada Minggu (30/8/2026).

Dalam rekaman video yang beredar, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Dandim 0625/Pangandaran, serta sejumlah pejabat terlihat berada di atas jembatan.

Tidak lama kemudian, bagian jembatan mengalami kerusakan hingga membuat sejumlah orang yang berada di atasnya terjatuh.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh rombongan pejabat yang menghadiri peresmian juga dilaporkan selamat.

Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama mengatakan aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi setelah kejadian.

“Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” kata Dimas, Senin (31/8/2026).

uzi gi

Komentar