Update Kasus Viral Emak-emak di Mojokerto, Pelaku Diamankan Polisi Meski Sudah Dimaafkan Korban

Berita, Daerah5 Dilihat

Galuh.info — Polres Mojokerto Kota membagikan perkembangan terbaru terkait kasus viral pengendara mobil yang memaki hingga melakukan kekerasan terhadap pengendara motor di Jalan Empunala, Kota Mojokerto.

Kasus yang sempat menyita perhatian publik tersebut kini telah memasuki ranah hukum. Aparat kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan pelaku setelah adanya laporan resmi dari korban.

Pelaku berinisial IM (28) diamankan oleh petugas di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penjemputan dilakukan oleh tim kepolisian pada Sabtu malam, 18 April 2026.

Dalam keterangan yang diunggah melalui akun resmi kepolisian pada Senin, 20 April 2026, disebutkan bahwa pelaku sempat berupaya menghindari identifikasi publik dengan menutupi plat nomor kendaraannya.

“Tim berhasil mengamankan pelaku yang viral di Jalan Empunala. Saat diamankan, kendaraan yang digunakan juga turut dibawa, dengan kondisi plat nomor yang telah ditutup sebagian,” demikian disampaikan dalam keterangan tersebut.

Mobil yang digunakan pelaku diketahui merupakan Daihatsu Ayla berwarna hitam dan turut dijadikan barang bukti dalam penanganan kasus ini.

Meski demikian, pihak kepolisian juga telah memfasilitasi proses mediasi antara pelaku dan korban guna mencari penyelesaian secara kekeluargaan.

Dalam hasil mediasi, korban yang diketahui bernama Lutviana menyatakan telah memaafkan perbuatan pelaku secara pribadi. Namun demikian, proses hukum tetap dilanjutkan.

Korban menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen untuk memberikan efek jera, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

“Secara pribadi saya sudah memaafkan, tetapi proses hukum tetap berjalan. Ini negara hukum dan saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Lutviana.

Ia juga menilai pentingnya penegakan hukum agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, pelaku IM mengaku menyesali perbuatannya dan menyebut tindakannya dipicu oleh emosi sesaat. Ia berharap dapat memperoleh maaf dari korban.

Menurut pengakuannya, insiden tersebut terjadi karena dirinya merasa jalannya dipotong oleh pengendara motor, yang kemudian memicu emosi hingga berujung pada tindakan tidak terpuji.

Di sisi lain, korban menjelaskan bahwa dirinya tidak menyadari telah memotong jalur kendaraan pelaku. Ia juga mengaku sempat disiram air sebelum terjadi adu mulut di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial setelah rekaman kejadian tersebar luas dan menuai kecaman dari warganet.

Kasus ini semakin mendapat perhatian publik lantaran dugaan adanya tindakan kekerasan yang turut melibatkan anak korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

FAUZI gI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *