Viral Petani Jemur Gabah di Jalan Bypass Mamminasata Maros, Tuai Pro dan Kontra Warganet

Berita, Daerah55 Dilihat

Galuh Info – Pemandangan tak biasa terlihat di Jalan Bypass Mamminasata, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan gabah hasil panen petani dijemur di pinggir hingga sebagian badan jalan, sehingga menarik perhatian publik.

Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @abdulgf.agc dan menjadi viral. Dalam video itu, tampak terpal dibentangkan di area dekat lampu lalu lintas untuk menjemur gabah di bawah terik matahari.

“Lampu merah, zebra cross, eh ada yang jemur padi,” tulis pengunggah dalam keterangan video yang dikutip pada Selasa, 14 April 2026.

Unggahan tersebut dengan cepat menyita perhatian warganet dan telah ditonton lebih dari 100 ribu kali. Dalam rekaman itu, gabah terlihat menutupi hampir separuh badan jalan, sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Pengunggah video juga menyindir tindakan tersebut dengan menyebut fasilitas umum seolah menjadi halaman rumah pribadi. “Fasilitas umum rasa halaman rumah sendiri,” tulisnya.

Video diambil saat perekam berhenti di lampu merah di jalur bypass Mamminasata. Menariknya, tidak terlihat aktivitas petani di sekitar lokasi saat pengambilan gambar berlangsung.

Fenomena ini pun memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian memberikan pembelaan dengan alasan ekonomi dan tradisi masyarakat setempat yang telah berlangsung secara turun-temurun.

“Kak, maklumi itu buat isi perut mereka. Kasihan mereka,” tulis seorang pengguna media sosial.

Ada pula warganet yang beranggapan bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan area pertanian sebelum berkembang menjadi jalan raya. Sementara itu, komentar lain menyinggung praktik menjemur gabah di jalan agar tergilas kendaraan sebagai alternatif penggilingan tradisional.

Di sisi lain, sejumlah warganet menilai tindakan tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan tidak seharusnya dinormalisasi. Mereka menegaskan bahwa fasilitas umum harus digunakan untuk kepentingan bersama.

“Stop normalisasi hal salah,” tulis salah satu netizen.

Komentar lainnya menekankan bahwa penggunaan ruang publik harus tetap mematuhi aturan. “Penggunaan fasilitas umum harus mengedepankan kepentingan umum. Jika merugikan pengguna jalan, tentu tidak dibenarkan,” tulis warganet lainnya.

Selain kritik dan pembelaan, beberapa pihak juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Edukasi dinilai menjadi langkah tepat untuk mencegah praktik serupa tanpa menimbulkan konflik sosial.

Menurut mereka, tidak semua pelanggaran terjadi karena kesengajaan, melainkan bisa disebabkan oleh keterbatasan fasilitas dan kurangnya pemahaman terhadap aturan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan keselamatan pengguna jalan. Diperlukan solusi komprehensif, termasuk penyediaan fasilitas penjemuran yang memadai bagi para petani.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa tersebut. Namun, video viral ini telah memantik diskusi luas tentang penggunaan fasilitas umum secara bijak dan bertanggung jawab.

Fauzi GI

Komentar