Wafatnya dr Myta Aprilia Azmy, Diduga Dipaksa Kerja Meski Sakit hingga Sorotan Beban Kerja Internship

Berita, Kesehatan37 Dilihat

CIAMIS | GALUH INFO – Publik di media sosial kini ramai memperbincangkan wafatnya dokter internship asal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), dr Myta Aprilia Azmy. Kasus ini memicu perhatian luas karena dugaan beban kerja berlebihan hingga pengabaian kondisi kesehatan almarhumah.

dr Myta menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. Ia sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Tim medis merawat dr Myta di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang sebelum ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 1 Mei 2026.

Kasus ini mulai ramai setelah Ikatan Alumni FK Unsri menyebarkan surat pernyataan kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Akun Instagram @medicstory.id turut mengunggah surat tersebut hingga publik luas membacanya.

Dalam pernyataan itu, Ikatan Alumni FK Unsri menyoroti dugaan beban kerja tidak manusiawi yang harus dijalani dokter internship. Mereka menyebut dr Myta menjalani tugas hingga tiga bulan tanpa libur di bangsal dan instalasi gawat darurat (IGD).

Ikatan Alumni FK Unsri juga menilai pihak terkait membiarkan dokter internship bekerja tanpa supervisi dokter definitif. Mereka menegaskan kondisi ini melanggar aturan Kementerian Kesehatan karena dokter internship berstatus sebagai dokter magang, bukan tenaga kerja tetap rumah sakit.

Selain itu, Ikatan Alumni FK Unsri mencatat dugaan pengabaian klinis terhadap kondisi dr Myta. Mereka menyebut pihak terkait tetap meminta dr Myta menjalani jaga malam meski ia dalam kondisi sakit.

dr Myta mengalami sesak napas berat disertai demam tinggi saat menjalani tugas. Data yang beredar menunjukkan saturasi oksigennya sempat menyentuh angka 80 persen sebelum tim medis memberikan penanganan yang layak.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kelalaian dalam penanganan tenaga medis yang sedang bertugas. Publik pun mempertanyakan sistem perlindungan terhadap dokter muda di lingkungan kerja rumah sakit.

Selain persoalan kesehatan, publik juga menyoroti dugaan perundungan verbal yang dialami dr Myta selama masa internship.

Ikatan Alumni FK Unsri mengklaim sejumlah oknum pembimbing berusaha menutupi kondisi kesehatan dr Myta agar masa internship tidak diperpanjang.

Dalam pernyataan tersebut, mereka juga menyinggung adanya narasi yang merendahkan mentalitas dokter muda, seperti menyebut generasi Z “lembek” saat menyuarakan hak kesehatan.

Ikatan Alumni FK Unsri menilai narasi tersebut sebagai bentuk gaslighting yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dokter internship, terutama dalam tekanan kerja yang tinggi.

Kasus ini memicu empati sekaligus kritik dari masyarakat terhadap sistem kerja tenaga medis muda di Indonesia.

Ikatan Alumni FK Unsri kini mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera mengaudit secara menyeluruh sistem pelaksanaan internship di RSUD Kuala Tungkal, Jambi.

Mereka berharap pemerintah melakukan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang dan menjamin keselamatan serta kesejahteraan dokter internship.

Publik juga menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang.

Kasus wafatnya dr Myta Aprilia Azmy menjadi pengingat penting bagi semua pihak agar melindungi tenaga kesehatan, terutama dokter muda yang sedang menjalani masa pengabdian awal.

Fauzi

Komentar