CIAMIS, GALUH.INFO – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kecamatan Sadananya kembali digelar sebagai upaya melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu, khususnya Bahasa Sunda.
Kegiatan tersebut berlangsung di area SDN 1 Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2026).
Sebanyak 294 peserta dari 21 Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Sadananya mengikuti festival tersebut. Para peserta berkompetisi dalam sejumlah cabang lomba yang mengangkat kemampuan berbahasa, sastra, serta seni budaya Sunda.
Melalui FTBI, para siswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan mencintai bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya.
294 Peserta Ikuti Berbagai Cabang Lomba FTBI
Panitia menggelar sejumlah cabang lomba dalam FTBI Kecamatan Sadananya. Berbagai perlombaan tersebut menguji kemampuan siswa dalam menggunakan Bahasa Sunda, memahami sastra daerah, hingga menampilkan kemampuan seni.
Cabang lomba yang diikuti peserta antara lain borangan atau ngabodor sorangan, membaca dan menulis aksara Sunda, pidato atau biantara, menyanyikan pupuh atau nembang pupuh, membaca sajak, menulis cerita pendek atau carpon, serta mendongeng atau ngadongeng.
Setiap cabang lomba memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka di bidang bahasa serta seni budaya daerah.
Selain itu, kompetisi tersebut juga mendorong para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan melalui persaingan yang sehat.
Panitia selanjutnya akan menentukan peserta yang berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga pada masing-masing cabang lomba.
Para juara memiliki peluang untuk mewakili Kecamatan Sadananya pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Ciamis.
FTBI Jadi Ajang Mencari Bibit Unggul
Penyelenggara berharap FTBI dapat melahirkan bibit-bibit unggul dari kalangan pelajar Sekolah Dasar di Kecamatan Sadananya.
Kompetisi yang berlangsung secara sehat diharapkan mampu meningkatkan minat dan bakat siswa, khususnya dalam bidang seni, bahasa, dan sastra daerah.
Siswa yang menunjukkan prestasi terbaik dalam setiap cabang lomba nantinya akan membawa nama Kecamatan Sadananya untuk bersaing pada tingkat Kabupaten Ciamis.
Dengan demikian, FTBI tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan. Festival ini juga menjadi proses pembinaan bagi siswa yang memiliki potensi di bidang kebahasaan dan seni budaya.
Ajang tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk tampil, berkompetisi, serta mengembangkan kemampuan sejak usia sekolah dasar.
Upaya Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Bahasa Sunda
Panitia penyelenggara berharap kegiatan FTBI mampu menghidupkan dan menggiatkan kembali penggunaan Bahasa Sunda di kalangan generasi muda.
Bahasa daerah menjadi salah satu bagian penting dari identitas dan kearifan lokal yang perlu terus dijaga keberadaannya.
Melalui berbagai perlombaan, siswa diajak untuk lebih dekat dengan Bahasa Sunda, mulai dari aksara, sastra, pupuh, cerita pendek, sajak, hingga tradisi mendongeng.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Sunda sebagai bagian dari kekayaan dan cagar budaya bangsa yang patut dijaga serta dibanggakan.
Dengan melibatkan 294 siswa dari 21 SD se-Kecamatan Sadananya, FTBI Kecamatan Sadananya 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan kemampuan dalam bahasa dan budaya daerah.
Ke depan, para peserta terbaik diharapkan mampu membawa semangat pelestarian Bahasa Sunda hingga ke ajang FTBI tingkat Kabupaten Ciamis.








Komentar