Ibu Kerja Serabutan, Ayah Telah Tiada, Pelajar MAN 1 Pasuruan Tembus Parlemen Remaja DPR RI

Berita, Nasional22 Dilihat

PASURUAN, GALUH.INFO Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Shovi Akbar Maulana, pelajar MAN 1 Pasuruan, untuk mengejar prestasi. Di tengah perjuangan keluarganya setelah sang ayah meninggal dunia, Akbar berhasil lolos dalam program Parlemen Remaja DPR RI.

Akbar menjadi satu-satunya pelajar dari Kabupaten Pasuruan yang berhasil membawa nama daerahnya dalam program tingkat nasional tersebut.

Prestasi itu terasa semakin istimewa karena Akbar berasal dari keluarga sederhana. Setelah ayahnya meninggal dunia, sang ibu, Nuriyati, harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.

Bagi Nuriyati, pendidikan tetap menjadi harapan yang harus diperjuangkan meski kondisi keluarga tidak mudah.

“Sebagai seorang ibu, saya hanya ingin anak-anak tetap sekolah dan punya masa depan. Walaupun ayahnya sudah tidak ada dan saya harus bekerja serabutan, saya akan tetap berusaha semampu saya,” ujar Nuriyati.

Bangga Melihat Anak Tembus Tingkat Nasional

Nuriyati mengaku bangga sekaligus terharu melihat perjuangan Akbar hingga berhasil mengikuti Parlemen Remaja DPR RI.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menghentikan langkah seorang anak untuk belajar dan mengejar cita-cita.

“Saya sangat bangga dengan Akbar. Saya tidak menyangka dia bisa sampai ke tingkat nasional. Bagi saya, ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang perjuangan anak saya untuk membuktikan bahwa keadaan keluarga tidak menghalangi dia untuk terus belajar,” katanya.

Kesempatan Akbar mengikuti program tersebut juga tidak datang dengan mudah. Program Parlemen Remaja DPR RI diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah.

Dari 6.975 pendaftar, hanya 200 pelajar yang dinyatakan lolos sebagai peserta.

Jadi Satu-satunya Wakil Kabupaten Pasuruan

Dari Jawa Timur, sebanyak 29 pelajar berhasil terpilih mengikuti program tersebut.

Sementara itu, dari wilayah Dapil II, hanya dua peserta yang berhasil lolos. Salah satunya yakni Shovi Akbar Maulana dari MAN 1 Pasuruan.

Capaian tersebut membuat Akbar menjadi satu-satunya pelajar dari Kabupaten Pasuruan yang berhasil lolos dalam program Parlemen Remaja DPR RI.

Bagi keluarga, keberhasilan Akbar bukan sekadar prestasi akademik. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarga yang terus bertahan setelah kehilangan sosok ayah.

Pesan Sang Ibu untuk Akbar

Nuriyati berharap pengalaman Akbar di Parlemen Remaja DPR RI tidak membuat anaknya cepat berpuas diri.

Ia ingin Akbar terus belajar, menjaga sikap, dan menjadikan pengalaman di tingkat nasional sebagai bekal untuk meraih cita-cita.

“Saya berharap Akbar jangan cepat puas. Terus belajar, tetap rendah hati dan jangan lupa dengan keluarga. Kalau nanti berhasil, saya ingin dia tetap ingat bagaimana perjuangan keluarganya dari bawah,” pungkas Nuriyati.

Kisah Shovi Akbar Maulana menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kondisi keluarga yang serba berkecukupan.

Di balik keberhasilannya menembus program nasional, ada perjuangan seorang ibu yang tetap bekerja dan bertahan demi memastikan anaknya memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar masa depan.

Bagi Akbar, Parlemen Remaja DPR RI bukan hanya sebuah pencapaian. Kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk membawa nama Kabupaten Pasuruan sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berani bermimpi.***

Komentar