SMKN 1 Ciamis Luncurkan Bank Mini, Siswa Belajar Perbankan dari Dunia Nyata

Berita, Pendidikan31 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — SMK Negeri 1 Ciamis resmi meluncurkan Bank Mini melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Kamis (10/9/2026).

Program hasil kolaborasi SMKN 1 Ciamis dengan Bank bjb tersebut tidak hanya mendorong kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Bank Mini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal aktivitas perbankan, pelayanan nasabah, literasi keuangan, hingga pengelolaan bisnis.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, menilai Bank Mini dapat menjadi media pembelajaran faktual bagi siswa SMK.

“Mini banking ini sebetulnya alat agar anak-anak kita belajar lebih faktual, belajar bagaimana menghadapi customer, dan lainnya. Yang intinya, lebih dalam belajar literasi keuangan,” ujarnya.

Menurut Deden, konsep tersebut sejalan dengan pengembangan teaching factory di lingkungan SMK. Model pembelajaran tersebut mendorong sekolah menghadirkan pengalaman yang semakin dekat dengan situasi dunia usaha dan dunia industri.

Tak Sekadar Belajar Menabung

Deden menilai kemampuan siswa tidak cukup hanya bertumpu pada kompetensi teknis. Sekolah juga perlu membekali siswa dengan soft skill, terutama kemampuan berkomunikasi, memberikan pelayanan, menghadapi pelanggan, dan membangun karakter.

“Bagaimana cara menghadapi orang, bagaimana berkomunikasi yang baik, dan sebagainya. Ini penting disampaikan dalam situasi pembelajaran faktual,” katanya.

Melalui Bank Mini, siswa dapat mempraktikkan pengetahuan tersebut dalam lingkungan sekolah. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun dunia usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

Berawal dari Bank Mahesa

Kepala SMKN 1 Ciamis, Cepy Wahyudin, menjelaskan bahwa Bank Mini di sekolahnya memiliki sejarah panjang.

Cikal bakal layanan tersebut telah ada sejak 1964 dengan nama Bank Mahesa. Dalam perkembangannya, layanan tersebut berubah menjadi e-Bank School.

Sejak 2025, sekolah kemudian mengarahkan pengembangan e-Bank School sebagai bagian dari konsep teaching factory melalui kerja sama dengan Bank bjb.

Pada April 2026, SMKN 1 Ciamis mulai menerapkan program Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai bagian dari program Satu Rekening Satu Pelajar.

Hingga September 2026, e-Bank School telah memiliki 1.142 nasabah dari sekitar 2.005 siswa. Selain itu, terdapat 273 nasabah internal yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan.

Cepy berharap keberadaan Bank Mini dapat membangun kebiasaan siswa dalam mengelola uang sejak dini.

“Ketika nanti mendapatkan gaji, mereka sudah terbiasa dengan pengelolaan keuangan sehingga lebih bagus dan terarah,” ujarnya.

Bank bjb Buka Peluang Magang

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Bank bjb. Deputi CEO Regional Kantor Wilayah 3 Bank bjb, Wahyu Indra Gunawan, menyatakan komitmennya untuk mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar sekaligus memperluas edukasi perbankan di lingkungan sekolah.

Ia berharap program serupa dapat berkembang di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Ciamis.

Tidak hanya memberikan edukasi, Bank bjb juga membuka peluang bagi lulusan SMA dan SMK untuk mengikuti program internship.

Peserta magang akan memperoleh pengalaman kerja secara langsung, termasuk menjalankan tugas sebagai teller dan customer service.

“Ini benar-benar magang di kita. Kita arahkan menjadi teller dan customer service dan itu langsung ke dunia nyata,” ungkapnya.

Siswa Mulai Terbiasa Mengatur Uang

Kehadiran Bank Mini juga mendapat respons positif dari siswa. Arbi Alviano, siswa kelas XI PPLG SMKN 1 Ciamis, mengaku rutin menyisihkan uang sakunya untuk ditabung.

Dari uang saku sekitar Rp30 ribu setiap hari, ia menyisihkan Rp10 ribu untuk tabungan. Ia memilih menabung untuk menyiapkan dana darurat.

“Tujuannya buat uang darurat,” ungkap Arbi.

Menurutnya, menabung melalui Bank Mini membuat uang lebih aman dan membantu dirinya menjaga kedisiplinan dalam menyimpan uang.

“Kalau saya menabung di rumah sendiri, bisa saja besoknya diambil lagi. Dengan adanya Bank Mini di sekolah, saya jadi mudah untuk menabung,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Fitria Ida Novita, siswi kelas XI Akuntansi 4. Menurutnya, kebiasaan menabung harus berjalan bersama kemampuan mengatur uang saku.

“Uang jajan harus kita atur. Untuk jajan segini dan untuk menabung segini. Jadi, uang enggak terhambur buat kegiatan yang tidak berguna,” tuturnya.

Fitria berharap keberadaan Bank Mini membuat siswa semakin disiplin menabung sekaligus mampu mengelola keuangan sejak dini.

“Mudah-mudahan, siswa-siswi bisa lebih giat mengelola keuangan, pintar menabung, dan pintar belajar juga,” ucapnya.

Peresmian Bank Mini SMKN 1 Ciamis turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan bersama unsur terkait.

Melalui program tersebut, SMKN 1 Ciamis tidak hanya menghadirkan layanan menabung di lingkungan sekolah, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk belajar mengelola keuangan dan mengenal dunia perbankan melalui pengalaman yang lebih nyata.

fauzi

Komentar