Beras Banpang Ciamis Jadi Perhatian, FBPKC Soroti Jaminan Kualitas

Berita, Daerah223 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Beras bantuan pangan (Banpang) pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis kembali mendapat keluhan. Warga mengaku menemukan beras yang berbau, berwarna kusam, serta mengandung banyak menir.

Keluhan tersebut muncul antara lain dari wilayah Kecamatan Sadananya dan Cijeungjing. Kondisi itu membuat sejumlah warga mempertanyakan jaminan kualitas beras bantuan yang mereka terima.

Masyarakat bahkan membandingkan beras Banpang dengan beras Bulog program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang mereka beli melalui kegiatan operasi pasar atau bazar murah.

Sejumlah warga menilai kondisi beras SPHP yang mereka beli lebih baik dibandingkan beras bantuan yang mereka terima secara gratis.

Warga Cijeungjing Temukan Beras Berbau dan Banyak Menir

Seorang warga Cijeungjing yang meminta identitasnya ditulis sebagai (W) mengatakan dirinya menemukan kondisi beras bantuan yang menurutnya kurang baik.

Ia menyebut beras tersebut mengeluarkan bau dan memiliki banyak menir. Keluhan serupa sebelumnya juga muncul dari masyarakat di Kecamatan Sadananya.

Warga Sadananya mengeluhkan beras bantuan yang berbau dan berwarna kusam. Bahkan, menurut laporan warga, bau tersebut masih terasa setelah beras dimasak.

Keluhan yang hampir sama dari beberapa wilayah tersebut kemudian mendapat perhatian Forum Pemerhati Bansos Kabupaten Ciamis (FBPKC).

FBPKC Pertanyakan Jaminan Kualitas Bulog

Koordinator FBPKC Kabupaten Ciamis, H. Suganda alias Oki, mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap laporan masyarakat mengenai kualitas beras Banpang.

Menurut Oki, persoalan tersebut perlu mendapat penjelasan karena sebelumnya Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ciamis telah menyampaikan adanya jaminan kualitas terhadap beras bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat di Tatar Galuh.

Oki menilai munculnya keluhan warga menjadi alasan untuk mengevaluasi kembali proses pemeriksaan beras sebelum bantuan tersebut sampai kepada penerima manfaat.

Menurutnya, masyarakat sebagai penerima bantuan berhak memperoleh beras dengan kualitas sesuai ketentuan.

Pinca Bulog Ciamis Tegaskan Beras Banpang Berkualitas Medium

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan tribun Dan CiamisZone.id, Perum Bulog Kantor Cabang Ciamis menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab terhadap kualitas dan kuantitas beras bantuan pangan yang diterima masyarakat.

Pimpinan Kantor Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, menjelaskan bahwa beras Banpang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan ditetapkan sebagai beras berkualitas medium.

Johan juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan persoalan pada beras bantuan yang diterima.

“Masyarakat penerima manfaat jangan ragu menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan pada beras bantuan pangan yang diterima tidak sesuai harapan,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui koordinator di tingkat kecamatan maupun koordinator area Bulog.

“Kalau ada masyarakat melihat misalkan kualitas berasnya tidak layak atau timbangannya kurang, bisa lapor ke koordinator kecamatannya. Atau bisa juga langsung ke koordinator area Bulog, kami siap mengganti,” tegas Johan.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian FBPKC karena pada saat yang sama masyarakat di sejumlah wilayah Ciamis masih menyampaikan keluhan mengenai kondisi beras Banpang.

Oki Minta Pemeriksaan Dilakukan Sebelum Beras Disalurkan

Oki mempertanyakan bagaimana proses pemeriksaan kualitas berjalan apabila masih terdapat laporan masyarakat mengenai beras yang berbau, kusam, dan banyak menir.

Ia meminta Bulog Ciamis memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan kualitas beras yang disalurkan sesuai dengan jaminan yang telah disampaikan.

Menurut Oki, pemeriksaan seharusnya berlangsung sebelum beras keluar dari gudang dan tersebar kepada masyarakat.

Dengan pemeriksaan sejak awal, persoalan kualitas dapat diketahui lebih cepat. Langkah tersebut juga dapat mencegah masyarakat menerima beras yang kemudian mereka keluhkan.

Oki berharap Bulog tidak hanya menyiapkan mekanisme penggantian setelah masyarakat menemukan persoalan, tetapi juga memperkuat pengawasan sejak tahap penerimaan, penyimpanan, hingga distribusi.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban. Kalau memang ada jaminan kualitas, maka kualitas beras harus benar-benar diperiksa sebelum sampai ke penerima manfaat,” kata Oki.

Masyarakat Diminta Melaporkan Jika Beras Bermasalah

Di sisi lain, Bulog Ciamis telah membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan beras bantuan tidak sesuai harapan.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui koordinator kecamatan atau koordinator area Bulog. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap keluhan dapat ditindaklanjuti.

FBPKC berharap laporan dari masyarakat di Sadananya, Cijeungjing, maupun wilayah lainnya menjadi bahan evaluasi bagi Bulog dan pihak terkait.

Persoalan kualitas Banpang dinilai tidak cukup diselesaikan dengan mekanisme penggantian. Pemeriksaan dan pengawasan perlu diperkuat agar beras yang disalurkan benar-benar memenuhi standar dan layak dikonsumsi masyarakat penerima manfaat.

uzi Gi

 

Komentar