Bupati Ciamis Tegur ASN yang Mengantuk saat Program GENIUS, Ingatkan Bahaya Judi Online hingga Kekerasan Seksual Anak

Bupati Hentikan Sambutan, Tegur ASN yang Tidak Fokus Mengikuti Kegiatan

Berita, Nasional21 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO – Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegur keras sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang terlihat mengantuk saat mengikuti kegiatan Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026).

Herdiat menyampaikan teguran tersebut secara langsung ketika memberikan sambutan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia melihat beberapa peserta tidak memperhatikan jalannya acara. Di hadapan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Heri Rafni, kepala sekolah, tenaga pendidik SD hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Ciamis, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Herdiat menghentikan pidatonya untuk mengingatkan para peserta agar kembali fokus.

“Jam sembilan sudah pada ngantuk. ASN macam apa ini? Malu. Jangan bikin malu. Nanti difoto media, malu kita semua,” tegas Herdiat.

Teguran tersebut langsung mengubah suasana aula. Para peserta yang sebelumnya kurang memperhatikan jalannya kegiatan segera memperbaiki sikap dan kembali mengikuti acara dengan penuh perhatian.

Disiplin ASN Harus Tercermin dalam Keseriusan Bekerja

Herdiat menegaskan bahwa disiplin aparatur sipil negara tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam sebuah kegiatan. Setiap ASN juga harus menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti agenda pemerintahan, terutama kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap kegiatan pemerintah memiliki nilai strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur. Karena itu, ASN harus memberikan contoh kedisiplinan, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam setiap kesempatan.

Bupati Apresiasi OJK Tasikmalaya Hadirkan Program GENIUS

Usai memberikan teguran, Herdiat melanjutkan sambutannya dengan mengapresiasi OJK Tasikmalaya yang menginisiasi Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Kabupaten Ciamis.

Ia menyampaikan rasa terima kasih karena Kabupaten Ciamis dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui dunia pendidikan.

Menurut Herdiat, perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.

“Digitalisasi memberikan manfaat yang sangat besar, tetapi dampak negatifnya juga tidak kalah besar. Kita harus mampu memilih dan memilah mana yang membawa manfaat dan mana yang harus dihindari,” ujarnya.

Judi Online dan Pinjaman Online Mengancam Semua Kalangan

Herdiat mengingatkan bahwa rendahnya literasi digital dan literasi keuangan membuat masyarakat lebih mudah terjebak dalam praktik yang merugikan. Ia secara khusus menyoroti maraknya perjudian online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang kini berkembang di berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, ancaman tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum. Banyak aparatur sipil negara juga terjerat praktik tersebut sehingga berdampak pada kondisi ekonomi, keluarga, hingga persoalan hukum.

“Dampak digitalisasi yang paling terasa sekarang adalah judi online dan pinjaman online. Korbannya bukan hanya masyarakat. ASN juga banyak yang terjerat. Bukan hanya laki-laki, perempuan juga ada,” ungkapnya.

Karena itu, Herdiat mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam memanfaatkan teknologi.

Edukasi Keuangan Harus Dimulai Sejak Usia Sekolah

Bupati menilai pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial. Menurutnya, sekolah harus mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini agar siswa memahami pentingnya menabung, mengatur pengeluaran, dan mengenali risiko penyalahgunaan teknologi digital.

Ia berharap Program GENIUS mampu melahirkan budaya literasi keuangan di lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Bupati Soroti Meningkatnya Kekerasan Seksual terhadap Anak

Selain membahas persoalan ekonomi digital, Herdiat mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Ciamis.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat 83 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Jumlah korban bahkan mencapai ratusan anak.

“Kasusnya memang 83, tetapi korbannya bisa mencapai ratusan anak,” katanya.

Herdiat juga mengaku prihatin karena aparat mulai menemukan kasus pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan anak-anak usia sekolah. Menurutnya, derasnya arus informasi melalui media digital membuat berbagai pengaruh negatif semakin mudah menjangkau anak-anak hingga ke daerah.

Karena itu, ia mengajak orang tua, guru, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital oleh anak. Ia menilai kolaborasi semua pihak menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman di ruang digital.

Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Pembangunan SDM Berkualitas

Menjelang akhir sambutannya, Herdiat menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 memerlukan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sejak dini. Pemerintah harus mempersiapkan generasi muda melalui pemenuhan gizi, pendidikan yang berkualitas, penguatan karakter, serta peningkatan literasi digital dan literasi keuangan.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan stunting sebagai bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Indonesia Emas 2045 tidak bisa diwujudkan secara instan. Semua harus dipersiapkan sejak dalam kandungan, terprogram, dan terukur. Karena itu persoalan stunting juga harus kita tuntaskan agar lahir generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Program GENIUS, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama OJK Tasikmalaya berharap sekolah mampu menjadi pusat penguatan literasi keuangan dan literasi digital. Program tersebut juga diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, tangguh menghadapi tantangan era digital, serta siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

fauzi

Komentar