Damkar Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Warga Pamarican Hadapi Ancaman Kebakaran

Berita, Daerah24 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Kondisi tersebut mendorong Damkar Ciamis memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Ciamis menggelar edukasi kebakaran di Kecamatan Pamarican, Kamis, 17 September 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Desa Sukahurip. Sejumlah kepala desa, petugas Damkar, unsur Satpol PP, Kepala Bidang Damkar Ciamis Budi Rahmat, serta tokoh masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.

Desa Sukahurip menjadi lokasi edukasi. Kepala Desa Sukahurip Turiman, S.Ag., turut mendukung kegiatan tersebut.

Damkar tidak hanya memberikan materi. Petugas juga membekali warga dengan pengetahuan penanganan api pada tahap awal.

Warga Belajar Hadapi Api Sejak Dini

Kepala Bidang Damkar Kabupaten Ciamis Budi Rahmat mengatakan Pamarican memiliki sejumlah wilayah dengan potensi kebakaran.

Risiko tersebut mencakup permukiman hingga kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Menurut Budi, warga memiliki peran penting saat kebakaran baru muncul. Warga dapat mengambil tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Jarak lokasi kejadian juga memengaruhi waktu kedatangan petugas. Karena itu, kemampuan warga menghadapi api sejak dini menjadi bagian penting dalam pencegahan.

“Kami mengundang desa-desa yang memang memiliki riwayat dan indikasi kerawanan kebakaran tertinggi. Tujuannya agar edukasi menyentuh langsung masyarakat sebagai garda terdepan sebelum petugas tiba,” ungkap Budi.

Edukasi Tidak Berhenti pada Teori

Peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori. Petugas juga mengenalkan langkah penanganan api pada tahap awal.

Materi mencakup berbagai sumber kebakaran yang sering muncul di lingkungan masyarakat.

Beberapa di antaranya pembakaran sampah atau lahan. Kelalaian saat memasak juga dapat memicu kebakaran.

Instalasi listrik yang bermasalah turut menjadi perhatian. Warga perlu mengenali potensi bahaya tersebut sejak awal.

Petugas juga mengingatkan pentingnya evakuasi. Warga harus segera menyelamatkan diri ketika api mulai sulit dikendalikan.

Selain itu, warga perlu segera melaporkan kejadian kepada petugas Damkar.

Karung Goni hingga APAR

Damkar memperkenalkan sejumlah teknik pemadaman sederhana dalam kegiatan tersebut.

Warga dapat menggunakan karung goni yang sudah dibasahi untuk menangani api pada tahap awal. Tanah atau pasir juga dapat membantu memadamkan api dalam kondisi tertentu.

Dahan pohon juga dapat menjadi alat sederhana untuk menangani api kecil.

Teknik tersebut dapat membantu warga ketika lokasi kejadian jauh dari sumber air. Warga juga dapat menggunakannya sambil menunggu petugas tiba.

Selain teknik sederhana, Damkar memperkenalkan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR.

Petugas juga mengenalkan penggunaan pompa air dan selang. Peralatan tersebut membantu masyarakat memahami berbagai pilihan penanganan kebakaran.

Budi berharap kemampuan tersebut dapat mencegah api berkembang lebih besar.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menunggu datangnya petugas. Penanganan awal yang benar dari warga sendiri dapat mencegah kebakaran meluas dan menekan kerugian seminimal mungkin,” tegas Budi.

Damkar Dorong Relawan Kebakaran Desa

Damkar Ciamis berencana memperluas edukasi serupa ke wilayah lain. Petugas akan menyasar daerah yang memiliki risiko kebakaran tinggi saat musim kemarau.

Budi juga mendorong desa membentuk kelompok relawan tanggap kebakaran.

Kelompok tersebut dapat membantu petugas melakukan pencegahan. Relawan juga dapat mengambil respons awal ketika kebakaran terjadi.

Kepala Desa Sukahurip Turiman, S.Ag., menyambut positif kegiatan tersebut.

Menurutnya, wilayah Sukahurip memiliki hamparan lahan yang cukup luas. Kondisi itu membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran warga. Masyarakat juga diharapkan mampu mengambil tindakan cepat dan tepat saat menghadapi kebakaran.

Kesiapsiagaan dari tingkat desa menjadi langkah penting untuk memperkecil risiko. Dengan pengetahuan yang memadai, warga dapat membantu mencegah api meluas sebelum petugas Damkar tiba.

ujang Aep

Komentar