Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia di Ciamis, Bupati Herdiat Dorong Diplomasi Perdamaian ke Tingkat Internasional

Berita, Daerah6 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO — Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya sejarah lokal sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian dunia. Pesan tersebut mengemuka dalam Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia di Situs Budaya Karangkamulyan, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Merajut Harmoni Menjaga Perdamaian”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai sejarah Tatar Galuh sekaligus memperkuat komitmen terhadap perdamaian dan ketertiban dunia.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan peringatan Gong Perdamaian Dunia tahun ini berlangsung ketika berbagai konflik geopolitik masih mengguncang sejumlah negara.

“Di satu sisi kita merayakan simbol perdamaian dunia, namun di sisi lain kita menyaksikan bagaimana dunia saat ini tengah diguncang oleh berbagai konflik geopolitik, serta eskalasi politik di tanah air yang menimbulkan keresahan,” ungkap Herdiat.

Konflik Global Berdampak pada Masyarakat

Herdiat menilai konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk Indonesia.

Menurutnya, masyarakat tetap merasakan dampak kondisi global meskipun konflik tersebut tidak berlangsung secara langsung di dalam negeri.

“Dampaknya sangat luar biasa, salah satu contohnya adalah dengan naiknya terus harga BBM. Sekarang semua harga sangat tinggi, dan sulit,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Herdiat, semakin memperkuat pentingnya masyarakat dan pemerintah menjaga stabilitas, membangun komunikasi, serta mengedepankan perdamaian.

Ciamis Dorong Diplomasi Perdamaian

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyampaikan gagasan untuk membawa semangat perdamaian dari Ciamis ke tingkat internasional.

Ia mendorong pemerintah daerah membuka ruang komunikasi dengan perwakilan negara lain, termasuk para duta besar yang berada di Indonesia.

“Sudah sepantasnya kita mengundang kepala negara lain, karena di sinilah lahir perdamaian,” tegasnya.

Herdiat berharap langkah tersebut dapat menjadi awal bagi Ciamis untuk memperkenalkan nilai-nilai perdamaian yang tumbuh dari sejarah Tatar Galuh.

“Ke depan insyaallah paling tidak kita undang duta besar negara-negara yang ada di Indonesia. Sehingga diawali dari Ciamis, untuk bisa menciptakan ketertiban dunia. Tidak ada yang tidak mungkin, kalau kita mempunyai keinginan yang tinggi, insyaallah itu akan terwujud.”

Karangkamulyan dan Jejak Perdamaian Tatar Galuh

Herdiat juga mengajak masyarakat melihat kembali sejarah leluhur Tatar Galuh yang memiliki jejak panjang dalam membangun kehidupan harmonis.

Menurutnya, sejarah Ciamis menyimpan nilai penting yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian masa kini.

“Jauh sebelum Indonesia lahir, bahkan jauh sebelum UUD 1945 dirumuskan, Tatar Galuh Ciamis telah lebih dahulu menorehkan jejak agung tentang perdamaian,” paparnya.

Ia merujuk pada peristiwa tahun 739 Masehi yang melahirkan Mupulung Rahi, yang disebut sebagai 10 Perjanjian Damai Galuh.

Nilai sejarah tersebut juga mendapat perhatian dari Anton Charliyan atau Abah Anton, salah satu pendiri Gong Perdamaian Dunia. Dalam orasinya, Abah Anton menjelaskan bahwa berdasarkan naskah kuno, kawasan Karangkamulyan menjadi lokasi berlangsungnya musyawarah damai.

Perdamaian Harus Menjadi Gerakan Nyata

Herdiat menegaskan bahwa perdamaian membutuhkan ikhtiar dan komitmen bersama. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memperingati simbol perdamaian melalui kegiatan seremonial.

Nilai perdamaian perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memahami pentingnya toleransi, persatuan, dan kehidupan harmonis.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjadikan momentum Milangkala Gong Perdamaian Dunia sebagai gerakan yang memberikan manfaat nyata.

“Jadikan Ciamis sebagai rumah nilai perdamaian sejarah, tempat belajar dari sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis,” pesan Herdiat.

Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap nilai-nilai sejarah Tatar Galuh tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu. Nilai tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membangun Ciamis sebagai daerah yang menjunjung harmoni, persatuan, dan perdamaian.

fauzi

Komentar