Gempa M5,9 Guncang Laut Jawa, 8 KA Sempat Berhenti Luar Biasa

Berita, Nasional10 Dilihat

JAKARTA, GALUH.INFO Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Laut Jawa pada Sabtu, 12 September 2026 pagi. Guncangan terasa hingga kawasan pantai Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB dengan kedalaman 368 kilometer.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter terkini dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 368 km,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta pada Sabtu, 12 September 2026.

Episenter gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur. Titik tersebut berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

BMKG Pastikan Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Guncangan gempa membuat sebagian masyarakat mempertanyakan potensi tsunami di wilayah pesisir Laut Jawa.

Namun, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Diimbau kepada warga agar tetap tenang,” demikian imbauan BMKG.

Masyarakat juga diimbau tetap mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

8 KA Sempat Berhenti Luar Biasa

Gempa tersebut juga berdampak pada perjalanan kereta api di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto.

Sebanyak delapan perjalanan kereta api sempat mengalami berhenti luar biasa (BLB) setelah gempa M5,9 mengguncang Laut Jawa.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M Asad Habibuddin, mengatakan pemberhentian sementara menjadi langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

“Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,” ujar Asad dalam keterangan resminya, Sabtu, 12 September 2026.

Ketika delapan KA berhenti, petugas KAI Daop 5 Purwokerto langsung memeriksa kondisi prasarana perkeretaapian di sejumlah lintasan yang terdampak.

Pemeriksaan mencakup jalur rel, jembatan, terowongan, serta berbagai fasilitas pendukung operasional perjalanan kereta api.

Jalur Dinyatakan Aman, Perjalanan KA Dilanjutkan

Setelah pemeriksaan selesai, KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan seluruh prasarana perkeretaapian dalam kondisi aman.

Petugas juga tidak menemukan kerusakan pada prasarana akibat gempa M5,9 tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa,” kata Asad.

Setelah seluruh lintasan dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.

Langkah penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman setelah terjadi gempa.

fauzi

Komentar