Ciamis Bangun Budaya Bersih, Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Berita, Daerah33 Dilihat

CIAMIS, GALUH.INFO Gerakan bersih-bersih di Kabupaten Ciamis didorong tidak berhenti sebagai kegiatan sektoral atau agenda sesaat. Pemerintah daerah ingin membangun kebiasaan bersama hingga kebersihan tumbuh menjadi budaya masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dr. Drs. Dian Budiyana, M.Si., dalam kegiatan bersih-bersih Kabupaten Ciamis yang berlangsung di sekitar GGT Ciamis, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Dian, sebuah gerakan akan memiliki daya tahan ketika melibatkan banyak orang, berlangsung di berbagai tempat, dilakukan secara berkelanjutan, serta tumbuh dari inisiatif masyarakat sendiri.

Empat Unsur Gerakan Kebersihan

Dian menjelaskan, gerakan kebersihan harus memenuhi empat unsur utama.

Pertama, kegiatan melibatkan banyak orang. Keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam gerakan tersebut.

Kedua, gerakan harus berlangsung di berbagai tempat. Kebersihan tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan perkantoran pemerintah, tetapi juga menyentuh berbagai sudut wilayah Kabupaten Ciamis.

Keterlibatan juga mencakup berbagai unsur, mulai dari OPD, BUMN, BUMD, hingga elemen masyarakat.

Ketiga, gerakan harus berlangsung secara terus-menerus. Dian mencontohkan kegiatan Jumat Bersih dan Minggu Bersih yang selama ini berjalan sebagai bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan.

Keempat, gerakan perlu tumbuh dari inisiatif sendiri.

“Pada prinsipnya, saya sering katakan bahwa gerakan itu harus ada 4 unsur. Pertama adalah dilakukan oleh banyak orang. Nah seperti ini kan semua OPD juga melakukan kelihatan. Kedua adalah dilakukan di berbagai tempat. Artinya tidak hanya di perkantoran masing-masing,” jelas Dian.

Kebersihan Tidak Boleh Bergantung pada Instruksi

Dian menilai keberlanjutan menjadi pembeda antara kegiatan biasa dengan gerakan yang mampu membentuk budaya.

Menurutnya, ajakan dan kebijakan Bupati Ciamis menjadi bagian dari upaya membangun komitmen bersama. Namun, gerakan tersebut akan semakin kuat ketika masyarakat menjalankannya tanpa menunggu instruksi.

“Alhamdulillah dengan komitmen tersebut semua bisa dilaksanakan dengan baik tanpa keterpaksaan. Karena sudah ada inisiatif dari sistem sendiri. Nah itu yang kemudian nanti tercipta sebuah budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya lahir dari proses pemikiran dan kreativitas yang kemudian masyarakat terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pola tersebut, kebersihan tidak lagi bergantung pada kegiatan tertentu. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Dian menggambarkan kondisi ideal ketika masyarakat melihat sampah di jalan lalu memiliki kesadaran untuk memungutnya. Pada saat yang sama, masyarakat juga menjaga kedisiplinan agar tidak membuang sampah sembarangan.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Masyarakat Ciamis

Dian juga menilai budaya gotong royong di Kabupaten Ciamis sudah tumbuh cukup baik. Ia melihat hal tersebut dari tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Dalam bidang kebudayaan, olahraga, maupun kepemudaan, masyarakat menunjukkan antusiasme melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan.

“Budaya Gotong Royong di Ciamis sudah baik. Kalian terbukti. Bisa lihat dari ukurannya partisipasi masyarakat. Seperti apa partisipasi masyarakatnya dalam setiap kegiatan,” katanya.

Dian menyebut kegiatan kebudayaan sering melibatkan ratusan hingga ribuan masyarakat. Begitu pula kegiatan olahraga yang mendapat antusiasme dari berbagai kelompok masyarakat.

Sementara dalam bidang kepemudaan, keberadaan pelopor di tingkat desa dan kecamatan menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Menurutnya, semangat tersebut dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan gerakan kebersihan secara bersama-sama.

Menjaga Kebersihan dari Desa hingga Kota

Dian juga menyoroti kondisi lingkungan di sejumlah wilayah desa. Menurutnya, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana kebersihan tetap terjaga di berbagai kawasan, termasuk ketika melewati kebun maupun hutan.

“Kalau kita melihat ke pelosok desa, lihat saja bagaimana seluruh desa di Kabupaten Ciamis walaupun misalnya melewati kebun maupun hutan, selalu kelihatan bersih. Bisa dicek secara langsung,” ujarnya.

Gerakan bersih-bersih akhirnya tidak hanya berkaitan dengan mengumpulkan sampah. Lebih jauh, kegiatan tersebut menyangkut pembentukan kebiasaan, kepedulian, disiplin, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

Jika kesadaran itu tumbuh secara konsisten, kebersihan tidak lagi menjadi pekerjaan yang hanya muncul ketika ada kegiatan tertentu.

Gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi budaya masyarakat Ciamis—dikerjakan bersama, berlangsung terus-menerus, dan lahir dari kesadaran setiap individu untuk menjaga lingkungan.

fauzi

Komentar