PANGANDARAN, GALUH.INFO — Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkap detik-detik saat Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk ketika dirinya bersama rombongan melintas.
Peristiwa tersebut terjadi saat proses peresmian jembatan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Citra bersama rombongan sempat terperosok ketika jembatan tiba-tiba ambruk.
Citra menceritakan kejadian tersebut kepada awak media di Pendopo Bupati Pangandaran, Selasa, 1 September 2026. Ia mengatakan dirinya datang ke lokasi sebagai undangan dari Dandim 0625/Pangandaran untuk menghadiri peresmian Jembatan Pongpet.
“Kejadiannya itu hari Minggu sekitar jam 16.15 atau 16.30 WIB-lah, saya diundang oleh Dandim untuk meresmikan Jembatan Pongpet. Jadi, saya hadir sebagai undangan,” ujar Citra.
Bupati Pangandaran Sudah Merasa Jembatan Bergoyang
Sebelum kejadian, Citra bersama Dandim 0625/Pangandaran mengikuti prosesi peresmian dengan melakukan gunting pita.
Setelah prosesi tersebut selesai, Citra bersama rombongan kemudian mencoba menyeberangi jembatan.
Namun, ketika sampai di bagian tengah jembatan, Citra mulai merasakan kondisi jembatan tidak stabil. Ia bahkan sempat meminta sebagian rombongan yang berada di belakangnya untuk mundur.
“Pas jalan dan di agak tengah, itu udah mulai goyang. Saya udah ngomong tuh ke belakang karena saya merasa itu jembatan udah enggak stabil,” ungkap Citra.
Menurut Citra, tidak lama setelah ia memberikan instruksi tersebut, salah satu sling jembatan patah.
“Saya nengok ke belakang, saya ngasih instruksi untuk mundur. Tidak lama dari kejadian itu, slingnya patah. Saya posisinya di sebelah kiri, yang patah kanan,” imbuhnya.
Citra Berpegangan pada Plat Jembatan
Kondisi jembatan yang tiba-tiba ambruk membuat Citra dan sejumlah rombongan terperosok. Jembatan juga mengalami kemiringan sehingga situasi menjadi panik.
Dalam kondisi tersebut, Citra berusaha mempertahankan diri dengan berpegangan pada plat yang berada di bagian tengah pijakan jembatan.
“Posisi saya udah setengah tengkurap dan saya memegang plat yang ada di tengah pijakan. Saya masih di bagian kayu, setelah itu saya ditarik oleh Pak Camat Cijulang dan jalan di pinggir sampai ke tujuan,” jelasnya.
Citra mengaku sempat kehilangan fokus ketika jembatan tiba-tiba ambruk. Ia hanya mengingat suara benturan keras saat kejadian.
“Pas kejadian patah itu, kayaknya nge-blank, yang saya tahu ‘brukk’ aja gitu,” sambungnya.
Citra Dorong Pembangunan Jembatan Permanen
Pengalaman tersebut membuat Citra menilai pembangunan jembatan ke depan perlu mendapat perhatian. Ia berharap pemerintah dapat mengupayakan pembangunan jembatan permanen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada jembatan gantung.
Menurutnya, pemerintah perlu mengupayakan anggaran agar pembangunan jembatan permanen dapat terealisasi.
“Berpikir ke depan, insyaallah, mudah-mudahan anggaran ada, kita bisa membangun tidak ada lagi jembatan gantung. Kita usahakan dengan jembatan permanen,” lanjutnya.
Citra mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting karena dirinya merasakan langsung risiko ketika berada di atas jembatan yang mengalami kerusakan.
Ia pun bersyukur tidak ada masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Karena saya yang merasakan sendiri seperti apa. Untung saya. Bukan masyarakat yang menjadi korban, saya merasakan sendiri,” tukasnya.
Meski demikian, Citra mengatakan pemerintah masih perlu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pembangunan jembatan permanen.
Peristiwa ambruknya Jembatan Gantung Pongpet saat peresmian menjadi perhatian setelah rekaman kejadian tersebut beredar dan viral. Kesaksian langsung Citra memberikan gambaran mengenai kondisi jembatan sebelum sling mengalami kerusakan.
Kini, pembangunan jembatan permanen menjadi salah satu harapan agar akses masyarakat di wilayah tersebut dapat berlangsung lebih aman.
UZI GI









Komentar